Samsung Uji Baterai 20.000 mAh untuk Smartphone, Daya Setara Power Bank

Samsung Uji Baterai 20.000 mAh untuk Smartphone, Daya Setara Power Bank

--

SUMBAR,DISWAY.ID - Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, kabarnya tengah melakukan terobosan ekstrem dalam urusan daya tahan perangkat. Melalui divisi Samsung SDI, perusahaan ini dilaporkan sedang menguji coba baterai berkapasitas masif 20.000 mAh yang diproyeksikan untuk ponsel pintar masa depan. Kapasitas ini setara dengan daya rata-rata sebuah power bank besar yang kini coba dijejalkan ke dalam bodi tipis smartphone.

Laporan yang mengutip GSM Arena pada Rabu waktu setempat menyebutkan bahwa Samsung mengembangkan teknologi baterai berbasis silikon-karbon dengan sistem dual-cell. Langkah ini bertujuan untuk menekan batasan fisik baterai konvensional agar tetap bisa masuk ke dalam ruang perangkat yang terbatas namun tetap memberikan performa daya yang luar biasa.

Dalam pengujian laboratorium tersebut, Samsung menggunakan skema dua sel baterai yang bekerja secara simultan. Sel pertama memiliki kapasitas 12.000 mAh dengan ketebalan fisik sekitar 6,3 mm. Sementara itu, sel kedua menyuplai daya sebesar 8.000 mAh dengan dimensi yang lebih tipis, yakni hanya 4 mm.

Penggunaan material silikon-karbon menjadi kunci utama mengapa kapasitas sebesar itu bisa tercapai tanpa membuat ponsel terlihat seperti batu bata. Material ini memiliki densitas energi yang jauh lebih tinggi daripada litium-ion standar. Hasilnya, baterai mampu menampung lebih banyak energi dalam volume yang lebih kecil.

Hasil pengujian awal menunjukkan angka yang sangat fantastis untuk standar ponsel pintar saat ini. Baterai ini dilaporkan mampu mencapai waktu penggunaan layar atau Screen on Time (SoT) hingga 27 jam tanpa henti. Jika klaim ini akurat, pengguna hanya perlu mengisi daya ponsel satu kali untuk penggunaan intensif selama tiga hingga empat hari. Selain itu, baterai tersebut juga mampu melewati sekitar 960 siklus pengisian daya tahunan, yang menunjukkan potensi umur pakai yang panjang.

Sayangnya, ambisi besar Samsung ini harus terbentur kendala teknis yang cukup serius. Laporan menyebutkan bahwa pengujian tersebut tidak berakhir dengan mulus sesuai harapan. Tak lama setelah pengujian selesai, baterai tersebut justru mengalami pembengkakan (swelling). Masalah ini menimbulkan kekhawatiran besar terkait aspek keamanan dan daya tahan jangka panjang sebelum produk benar-benar rilis ke pasar massal.

Data teknis lebih lanjut mengungkapkan bahwa sel baterai 8.000 mAh membengkak drastis. Ketebalan awal yang semula hanya 4 mm meningkat menjadi 7,2 mm setelah melewati serangkaian siklus pengisian daya. Fenomena pembengkakan ini merupakan sinyal bahaya dalam teknologi baterai karena dapat merusak komponen internal ponsel lainnya, atau bahkan memicu risiko kebakaran.

Samsung tentu sangat berhati-hati dalam menangani isu pembengkakan baterai. Perusahaan ini memiliki sejarah kelam terkait masalah serupa pada masa lalu, sehingga standar keamanan mereka saat ini jauh lebih ketat. Kegagalan dalam fase pengujian ini mengindikasikan bahwa teknologi baterai 20.000 mAh tersebut masih jauh dari tahap siap pakai.

Hingga saat ini, Samsung memang tidak terkenal sebagai produsen yang "gemar" menyematkan baterai berkapasitas jumbo. Berbeda dengan produsen asal Tiongkok yang mulai berani merilis ponsel dengan baterai 8.000 mAh, Samsung cenderung bermain aman. Sebagai perbandingan, flagship terbaru mereka, Samsung Galaxy S25 Ultra, hanya mengusung baterai berkapasitas 5.000 mAh.

Munculnya rumor pengujian 20.000 mAh ini memicu perdebatan di kalangan pengamat teknologi. Sebagian pihak meragukan bahwa baterai ini benar-benar ditujukan untuk kategori ponsel pintar. Muncul spekulasi kuat bahwa Samsung SDI sebenarnya sedang menguji baterai tersebut untuk kebutuhan kendaraan listrik (EV) atau perangkat industri lainnya yang membutuhkan stabilitas daya tinggi namun dengan ukuran yang lebih kompak.

Hingga berita ini turun, Samsung belum memberikan pernyataan resmi mengenai pengujian tersebut. Mengingat informasi ini berasal dari sumber anonim, para penggemar teknologi sebaiknya menyikapi kabar ini sebagai sebuah eksperimen teknis yang masih dalam tahap pengembangan dini.

Inovasi baterai memang menjadi tantangan terbesar industri smartphone di tahun 2026. Seiring dengan semakin haus dayanya prosesor dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) terintegrasi, kapasitas 5.000 mAh mulai terasa pas-pasan. Namun, keamanan tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa dikompromi demi mengejar angka kapasitas semata.

Sumber: