Waspada! Intensitas Hujan Meningkat, Polisi Catat Lonjakan Risiko Kecelakaan Akibat Jalan Licin

Waspada! Intensitas Hujan Meningkat, Polisi Catat Lonjakan Risiko Kecelakaan Akibat Jalan Licin

Waspada! Intensitas Hujan Meningkat, Polisi Catat Lonjakan Risiko Kecelakaan Akibat Jalan Licin--wahana Honda

SUMBAR,DISWAY.ID -  Intensitas hujan yang meningkat di berbagai wilayah Indonesia menuntut kewaspadaan ekstra bagi para pengguna jalan. Jalanan yang licin, jarak pandang yang terbatas, hingga potensi banjir menjadi ancaman nyata yang bisa memicu kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data kepolisian, risiko kecelakaan meningkat signifikan saat permukaan aspal basah dan jarak pandang menurun.

Untuk meminimalisir risiko tersebut, para pengendara baik roda dua maupun roda empat harus mempersiapkan diri dan kendaraan secara matang. Berikut adalah panduan komprehensif agar Anda tetap aman saat menerjang hujan di jalan raya.

1. Optimalkan Fungsi Lampu Kendaraan

Pengendara wajib memastikan seluruh sistem pencahayaan kendaraan berfungsi dengan sempurna. Lampu utama, lampu sein, hingga lampu pengereman memiliki peran krusial saat hujan turun. Cahaya lampu membantu Anda melihat kondisi jalan dengan lebih jelas, terutama ketika awan mendung dan guyuran air menghalangi pandangan.

Sangat penting bagi pengendara untuk tetap menyalakan lampu utama meskipun hujan turun pada siang hari. Langkah ini bukan sekadar untuk menerangi jalan, melainkan sebagai alat komunikasi visual agar pengendara lain dapat mendeteksi keberadaan kendaraan Anda dengan mudah. Hindari menyalakan lampu hazard saat kendaraan sedang berjalan di tengah hujan karena dapat membingungkan pengguna jalan lain.

2. Periksa Kondisi dan Tekanan Ban

Ban merupakan satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal. Oleh karena itu, Anda harus memeriksa tekanan udara dan kedalaman alur ban secara rutin, setidaknya seminggu sekali. Ban dengan alur yang dalam sangat efektif untuk membelah genangan air di jalan raya.

Ban yang sudah botak atau tipis sangat berbahaya karena bisa memicu fenomena aquaplaning. Kondisi ini terjadi ketika ban kehilangan daya cengkeram dan seolah melayang di atas air, sehingga kendaraan sulit Anda kendalikan. Jangan pernah mengambil risiko dengan menggunakan ban yang sudah melewati batas pemakaian jika tidak ingin tergelincir di tikungan yang licin.

3. Cek Komponen Vital secara Menyeluruh

Musim hujan memberikan beban kerja ekstra pada komponen mekanis kendaraan. Pengendara wajib memberikan perawatan lebih pada pedal rem, gas, dan kopling. Pastikan sistem pengereman tidak berbunyi atau terasa blong saat Anda gunakan di medan basah.

Selain itu, bersihkan sisa-sisa pasir atau kotoran yang menempel pada sela-sela komponen setelah berkendara menembus hujan. Air hujan yang bersifat asam dapat memicu karat lebih cepat jika Anda mendiamkannya terlalu lama. Pemeriksaan rutin ke bengkel resmi akan memastikan komponen kendaraan tetap prima dan responsif dalam situasi darurat.

4. Pilih Alas Kaki dan Jas Hujan yang Tepat

Faktor keselamatan juga bergantung pada apa yang Anda kenakan. Pengendara motor perlu menggunakan alas kaki yang tidak licin dan tahan air, seperti sepatu bot karet atau sepatu yang memiliki sol dengan daya cengkeram kuat. Alas kaki yang licin bisa membuat kaki tergelincir saat Anda harus menyeimbangkan motor di lampu merah atau genangan.

Terkait jas hujan, para pakar keselamatan sangat menyarankan model setelan (baju dan celana) daripada model ponco. Jas hujan ponco memiliki risiko tinggi tersangkut pada rantai atau jari-jari motor yang dapat berakibat fatal. Pilihlah jas hujan dengan warna terang atau yang memiliki reflektor cahaya agar Anda tetap terlihat oleh pengendara lain di tengah guyuran hujan lebat.

Sumber: