Tetap Nyaman Berpuasa, Simak 6 Tips Ampuh Cegah Asam Lambung Naik bagi Pengidap GERD

Tetap Nyaman Berpuasa, Simak 6 Tips Ampuh Cegah Asam Lambung Naik bagi Pengidap GERD

Puasa--

SUMBAR,DISWAY.ID - Bagi jutaan umat Muslim di Indonesia, bulan suci Ramadan merupakan momen yang paling dinanti. Namun, bagi pengidap gangguan pencernaan seperti sakit lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), ibadah puasa sering kali mendatangkan tantangan fisik yang cukup berat. Perubahan pola makan ekstrem yang membiarkan perut kosong dalam rentang waktu lama berisiko memicu kenaikan asam lambung ke kerongkongan.

Kondisi GERD sendiri biasanya terjadi karena otot lambung penutup atau Lower Esophageal Sphincter (LES) tidak berfungsi optimal. Akibatnya, asam lambung mengalir balik dan menimbulkan sensasi terbakar di dada (heartburn) serta nyeri hebat pada ulu hati. Meskipun minggu pertama puasa terasa berat karena fase adaptasi, pengidap lambung tetap bisa menjalani ibadah dengan lancar jika menerapkan strategi yang tepat.

Berikut adalah enam tips jitu untuk menjaga lambung tetap aman dan sehat selama menjalankan puasa Ramadan 1447 Hijriah:

1. Disiplin Mengonsumsi Makan Sahur

Kesalahan fatal bagi banyak pengidap lambung adalah melewatkan waktu sahur. Sahur bukan sekadar tradisi, melainkan fondasi utama untuk menjaga kestabilan asam lambung di siang hari. Tanpa asupan makanan di waktu subuh, perut akan memproduksi asam yang tidak terpakai sehingga memicu iritasi dinding lambung.

Pilihlah menu sahur yang kaya akan serat. Makanan berserat tinggi membutuhkan waktu lebih lama untuk diproses oleh sistem pencernaan. Dengan demikian, lambung tidak cepat kosong dan Anda akan merasa kenyang lebih lama tanpa memicu gejolak asam lambung yang berlebihan.

2. Jangan Menunda Waktu Berbuka Puasa

Sesaat setelah adzan Maghrib berkumandang, segeralah membatalkan puasa. Menunda waktu berbuka berarti membiarkan lambung dalam kondisi kosong lebih lama dari yang seharusnya. Padahal, lambung membutuhkan asupan makanan agar asam yang sudah diproduksi secara alami dapat segera digunakan untuk memecah nutrisi.

Keterlambatan dalam memasukkan makanan ke dalam perut dapat memperburuk peradangan lambung. Mulailah dengan takjil yang ringan dan hangat untuk "membangunkan" sistem pencernaan secara perlahan sebelum beralih ke menu utama.

3. Kunyah Makanan Secara Perlahan

Makan terburu-buru adalah musuh utama bagi pencernaan yang sensitif. Saat berbuka atau sahur, pastikan Anda mengunyah makanan dengan sempurna hingga halus. Proses pengunyahan yang baik akan memecah makanan menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna oleh lambung.

Sebaliknya, makanan yang tidak hancur sempurna memaksa lambung bekerja ekstra keras dan merangsang produksi asam yang lebih tinggi. Nikmatilah setiap suapan secara perlahan untuk menghindari rasa begah atau nyeri mendadak setelah makan.

4. Prioritaskan Porsi Kecil namun Berkualitas

Rasa lapar yang memuncak saat berbuka sering kali memicu keinginan untuk makan dalam porsi besar sekaligus. Namun, bagi pengidap GERD, makan berlebihan adalah pemicu utama naiknya asam lambung ke tenggorokan. Volume makanan yang terlalu besar akan memberikan tekanan tinggi pada katup LES.

Sumber: