Kemenag Gandeng Bank Indonesia Tanam 5 Ribu Kopi di Aceh Tengah

Kemenag Gandeng Bank Indonesia Tanam 5 Ribu Kopi di Aceh Tengah

--

Sumbar.Disway.id - Kementerian Agama (Kemenag) terus mengakselerasi penguatan wakaf produktif sekaligus mendorong kemandirian ekonomi umat di Aceh. Terbaru, Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Tengah menggandeng Bank Indonesia Cabang Lhokseumawe untuk menanam 5.000 batang kopi di atas lahan wakaf seluas 2,5 hektare.

Program bertajuk Gerakan Berwakaf Pohon Kopi, Bermaslahat untuk Umat dan Menjaga Alam tersebut digelar di tanah wakaf Yayasan Wakaf Ikhlas Beramal, Desa Paya Bener, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat, 13 Februari 2026.

Kepala Kantor Kemenag Aceh Tengah, Wahdi MS, menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi bentuk sinergi antarlembaga dalam mengembangkan wakaf produktif berbasis sektor pertanian, sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi umat yang sejalan dengan pelestarian lingkungan.

"Kita berharap ini akan menjadi cikal bakal dari kebangkitan umat dan sekaligus sebagai solusi untuk perekonomian umat," ujarnya.

Wahdi menegaskan, melalui gerakan ini wakaf tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Ia menjelaskan, komoditas kopi dipilih karena merupakan unggulan daerah sekaligus tanaman yang ramah terhadap ekosistem Aceh Tengah.

Sebelumnya, ASN Kemenag juga telah menanam 2.000 batang kopi di lahan wakaf produktif Kemenag Aceh di Dusun Kala Wih Ilang, Kecamatan Pegasing, pada awal 2024 dan kini tanaman tersebut memasuki masa panen.

"Hasil panen kopi wakaf tersebut akan disalurkan untuk mendukung kepentingan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kala Wih Ilang, sekaligus untuk pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat mualaf dan masyarakat kurang mampu di wilayah setempat," ujar Wahdi.

Kepala Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah Bank Indonesia Cabang Lhokseumawe, Riemas Anugerah Maulana, menyatakan peluncuran penanaman 5.000 batang kopi di Kota Wakaf Aceh Tengah merupakan langkah awal yang strategis dalam membangun manfaat sosial sekaligus ekonomi produktif ke depan.

Menurut Maulana, program ini tidak semata berfokus pada penghijauan dan pelestarian lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi umat melalui optimalisasi wakaf produktif.

Ia berharap, hasil budidaya kopi nantinya mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar, membuka peluang usaha baru, dan mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menilai Aceh Tengah pantas menyandang predikat Kota Wakaf berkat terobosan wakaf produktif yang dilakukan.

"Aceh Tengah dapat dijadikan contoh pengelolaan wakaf produktif dan ini harus menjadi semangat bagi kota dan kabupaten lainnya dalam mengelola wakaf," kata Azhari.

Aceh Tengah menjadi satu-satunya Kota Wakaf di Aceh dari enam kota wakaf pertama di Indonesia. Selain Aceh Tengah, lima daerah lain yang ditetapkan sebagai kota wakaf yakni Kabupaten Siak, Kota Padang, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Wajo, dan Kota Tasikmalaya.

Sumber: