Gagal Raup Angka Penuh, Semen Padang Ditahan Imbang PSIM Yogyakarta
--
SUMBAR.DISWAY.ID - Tim Semen Padang FC ditahan imbang PSIM Yogyakarta dengan skor akhir 0-0 dalam lanjutan BRI Super League pekan Ke-24 yang berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu, 4 Maret 2026 malam.
"Permainan berakhir 0-0 dan ini hasil yang tidak kita inginkan karena kita banyak sekali punya peluang," kata pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic usai pertandingan.
Dejan Antonic mengungkapkan kekecewaannya karena banyak peluang emas yang diperoleh para pemainnya tidak mampu dikonversi menjadi gol. Pada babak kedua, pelatih asal Serbia tersebut mencoba mengubah strategi permainan, namun perubahan itu juga belum mampu menghasilkan hasil yang diharapkan.
Pada awal babak pertama, Semen Padang FC beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, tetapi tidak satu pun berujung gol. Kesempatan pertama muncul pada menit keempat melalui tendangan bebas yang dilepaskan oleh Angelo Meneses.
Tendangan kaki kanan bek Kabau Sirah tersebut melayang tipis di atas mistar gawang PSIM Yogyakarta yang dijaga oleh Cahya Supriadi. Tak lama berselang, tim asuhan Dejan Antonic kembali memperoleh peluang melalui aksi individu Kasim Botan.
Pemain bernomor punggung 22 itu berhasil lolos dari jebakan offside sebelum melepaskan tendangan keras yang mengarah ke sisi kanan gawang PSIM Yogyakarta. Beberapa menit kemudian, tim tuan rumah kembali memperoleh sejumlah peluang, salah satunya melalui tendangan Firman Juliansyah, namun upayanya masih mampu diblok lini pertahanan tim tamu.
Memasuki menit ke-36, PSIM Yogyakarta mendapat masalah setelah wasit Naufal Adya Fairuski memberikan kartu merah kepada Fahreza Sudin akibat pelanggaran keras terhadap Samuel Simanjuntak. Dalam insiden tersebut, Samuel harus ditandu oleh tim medis dan dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pada babak kedua, pemain asuhan Dejan Antonic tampil lebih tenang dan terorganisir. Sementara itu, PSIM Yogyakarta yang dijuluki Laskar Mataram lebih banyak menunggu peluang sambil sesekali melancarkan serangan balik ke lini pertahanan Semen Padang FC.
Meski bermain dengan 10 orang, PSIM Yogyakarta tetap memberikan perlawanan. Salah satu peluang datang dari tendangan keras di luar kotak penalti yang dilepaskan pemain asuhan Jacobus Johannes Martinus dan hampir menghasilkan gol. Namun, kiper Semen Padang FC Rendy Oscario berhasil melakukan penyelamatan gemilang sehingga bola hanya menghasilkan sepak pojok.
Hingga tambahan waktu empat menit di akhir babak kedua, kedua tim masih gagal mencetak gol. Hasil imbang tersebut membuat Semen Padang FC masih berada di zona degradasi dengan menempati posisi ke-16 dari 24 pertandingan di BRI Super League 2025–2026. Sementara itu, PSIM Yogyakarta berada di peringkat kedelapan klasemen.
Sumber: