Kondisi Pariwisata Bali Tetap Stabil di Tengah Ketegangan Timur Tengah
--
SUMBAR.DISWAY.ID - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menyatakan bahwa sektor pariwisata di Bali dalam beberapa pekan terakhir masih berada dalam kondisi stabil, meskipun situasi geopolitik dunia, termasuk perkembangan di kawasan Timur Tengah, terus menjadi perhatian internasional.
Menteri Pariwisata menjelaskan bahwa pemerintah terus mencermati perkembangan kondisi global secara saksama, terutama terkait kemungkinan dampaknya terhadap pergerakan wisatawan internasional.
Meski demikian, berdasarkan data terbaru, aktivitas pariwisata di Bali masih berlangsung dengan baik dan tingkat okupansi hotel tetap berada pada angka yang cukup baik.
Berdasarkan data industri per 4 Januari 2026, di Kabupaten Badung yang merupakan pusat utama pariwisata Bali, sekitar 52 persen hotel mencatat tingkat hunian antara 41–69 persen. Sementara itu, sekitar 36 persen hotel lainnya telah mencapai tingkat hunian sekitar 70–80 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar hotel berada pada kategori tingkat hunian menengah hingga tinggi, yang mengindikasikan kondisi pasar yang relatif kuat.
Di sisi lain, di Kabupaten Gianyar, sekitar 53,8 persen hotel mencatat tingkat hunian pada kisaran 41–69 persen. Selain itu, sekitar 23,1 persen hotel berada pada tingkat hunian 70–80 persen, dan sebagian kecil lainnya bahkan mencapai okupansi 81–100 persen. Meskipun terdapat perbedaan tingkat hunian antar hotel, secara keseluruhan aktivitas pariwisata masih memperlihatkan kondisi yang stabil.
“Situasi global tentu kami pantau dengan sangat serius. Namun data di lapangan menunjukkan bahwa kinerja pariwisata Bali dalam beberapa minggu terakhir masih berada pada kondisi yang stabil, dengan tingkat hunian hotel yang tetap terjaga. Ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang dipercaya dan diminati wisatawan dunia,” ujar Menteri Pariwisata.
Pemerintah juga terus menjalin koordinasi dengan pelaku industri pariwisata serta memperkuat strategi promosi di berbagai pasar utama untuk memastikan kinerja sektor pariwisata nasional tetap berkelanjutan.
Kementerian Pariwisata optimistis bahwa dengan daya tarik destinasi, kualitas pengalaman wisata, serta kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri, Indonesia tetap memiliki posisi yang kuat sebagai tujuan wisata pilihan bagi wisatawan global di tengah dinamika situasi internasional yang terus berkembang.
Sumber: