Aksi Gemilang Veda Ega Pratama di Moto3 Brasil 2026 Angkat Nama Indonesia
--
SUMBAR,DISWAY.ID - Dunia balap motor internasional terpana melihat aksi gemilang rider muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama. Penampilan impresif Veda pada seri Moto3 Grand Prix Brasil 2026 tidak hanya membuahkan podium ketiga, tetapi juga mempertegas posisi Indonesia sebagai kekuatan baru dalam peta persaingan motorsport dunia.
Capaian bersejarah ini menempatkan Veda sebagai pebalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium di ajang Grand Prix kelas dunia. Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa talenta lokal mampu bersaing secara head-to-head dengan pebalap elit dari Eropa dan Amerika Latin jika mendapatkan dukungan sistem pembinaan yang tepat dan berkelanjutan.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyatakan rasa bangganya atas prestasi fenomenal yang Veda raih. Menurutnya, Veda telah berhasil mengharumkan nama bangsa di panggung global melalui perjuangan yang luar biasa.
"Kami sangat bangga atas prestasi Veda Ega Pratama. InJourney berkomitmen menjadi bagian dari support system yang terus mendorong pebalap-pebalap muda Indonesia untuk mampu bersaing di level internasional," ujar Maya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin 23 Maret 2026.
Senada dengan Maya, Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menilai bahwa kesuksesan Veda merupakan buah manis dari pengembangan kawasan Mandalika sebagai pusat sportainment. Ia menegaskan bahwa sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut tidak hanya sekadar tempat penyelenggaraan ajang balap, tetapi juga menjadi kawah candradimuka bagi talenta berbakat tanah air.
Balapan di Sirkuit Interlagos, Brasil, berlangsung dengan tensi tinggi dan penuh drama. Veda yang membela panji Honda Team Asia memulai lomba dari posisi keempat. Sejak lampu hijau menyala, ia langsung menunjukkan nyali besar dengan merangsek ke barisan depan.
Namun, nasib kurang beruntung sempat menimpa Veda saat balapan memasuki pertengahan lomba. Ia terlibat senggolan dengan pebalap lain yang menyebabkan posisinya melorot jauh hingga ke urutan ke-10. Situasi semakin tegang ketika pengawas balapan mengibarkan bendera merah (red flag) pada lap ke-15 akibat insiden kecelakaan lain, yang memaksa balapan terhenti sejenak.
Momentum jeda ini justru Veda manfaatkan untuk mengatur ulang strategi dan fokus. Saat balapan berlanjut, pebalap muda ini melakukan comeback yang sangat dramatis. Ia melewati satu demi satu rivalnya di lintasan lurus dan tikungan tajam hingga akhirnya mengamankan posisi ketiga saat menyentuh garis finis. Podium utama GP Brasil sendiri menjadi milik Maximo Quiles dari CFMoto Gaviota Aspar Team, disusul rekan setimnya, Marco Morelli, di urutan kedua.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menambahkan bahwa podium Veda merupakan indikator kuat efektivitas sistem pembinaan berjenjang yang mereka bangun di Pertamina Mandalika International Circuit.
Perjalanan Veda memang tak bisa lepas dari aspal Mandalika. Ia memulai debut sebagai pebalap wildcard di Asia Talent Cup (ATC) 2021. Setahun kemudian, ia mencatatkan kemenangan ganda dan puncaknya menjadi juara umum ATC musim 2023. Kariernya melesat cepat setelah ia menjuarai Mandalika Racing Series kelas 250cc dan naik ke kelas 600cc pada 2024.
Eksistensinya di kancah internasional semakin kokoh setelah Veda meraih gelar runner-up Red Bull Rookies Cup 2025. Prestasi itulah yang akhirnya membukakan pintu bagi Veda untuk naik kelas ke ajang Moto3 musim 2026 ini.
Setelah merayakan kemenangan di Brasil, Veda tidak memiliki banyak waktu untuk bersantai. Jadwal padat telah menantinya. Ia harus segera terbang menuju Texas, Amerika Serikat, untuk melakoni seri Moto3 GP Amerika di Sirkuit Americas (COTA) pada 27-29 Maret 2026.
Publik Indonesia tentu sangat menantikan penampilan Veda di rumah sendiri. Berdasarkan kalender resmi, Veda akan tampil di hadapan pendukungnya dalam ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober mendatang di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Kehadiran Veda di grid Moto3 tahun ini diharapkan menjadi pemicu kebangkitan ekosistem motorsport nasional. Pemerintah dan para pemangku kepentingan berharap prestasi Veda mampu menginspirasi generasi muda lainnya untuk menekuni dunia balap profesional dan membawa Indonesia sejajar dengan negara-negara raksasa balap motor dunia.(*).
Sumber: