Resmi! CEO Take-Two Bocorkan Kisaran Harga GTA 6, Rilis 19 November 2026
GTA 6--
SUMBAR,DISWAY.ID - Spekulasi liar mengenai banderol harga gim paling dinanti abad ini, Grand Theft Auto VI (GTA 6), akhirnya menemui titik terang. CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, memberikan sinyal kuat terkait kebijakan harga mahakarya terbaru Rockstar Games tersebut dalam sebuah wawancara strategis pada pekan ketiga Maret 2026.
Gim yang rencananya meluncur secara global pada 19 November 2026 untuk konsol PlayStation 5 dan Xbox Series X/S ini dipastikan tidak akan menyentuh angka ekstrem US$150 (sekitar Rp2,3 juta) sebagaimana rumor yang beredar sepanjang tahun lalu. Zelnick mengindikasikan bahwa harga edisi standar akan berada di kisaran US$70 hingga US$80 atau sekitar Rp1,1 juta hingga Rp1,3 juta. Angka ini selaras dengan standar harga gim AAA (blockbuster) pada generasi konsol saat ini.
Dalam diskusi bersama Christopher Dring dari The Game Business, Zelnick secara tegas menolak gagasan untuk menyisipkan iklan (interstitial ads) ke dalam gim berbayar premium. Ia menilai langkah tersebut sangat tidak adil bagi pemain yang sudah merogoh kocek dalam untuk membeli gim orisinal.
"Sangat tidak adil bagi pemain yang sudah membayar 70 atau 80 dolar untuk diganggu oleh iklan di tengah permainan," ujar Zelnick. Meskipun ia tidak menyebutkan judul spesifik, para analis industri dan pasar saham meyakini bahwa pedoman harga tersebut merupakan standar final untuk proyek GTA 6. Pernyataan ini sekaligus meredakan kepanikan para gamer di seluruh dunia yang sempat khawatir akan lonjakan harga gim hingga angka US$100.
BACA JUGA:OPPO Pad Mini Bakal Meluncur April 2026 dengan Performa Gahar
BACA JUGA:7 Ide Olahan Daging Selain Rendang yang Bisa Jadi Menu Spesial Lebaran, Gak Kalah Lezat!
Penetapan harga di angka Rp1,3 juta bukanlah tanpa alasan. Rockstar Games kabarnya mengucurkan anggaran pengembangan dan pemasaran yang melampaui angka US$2 miliar. Nilai fantastis ini menjadikan GTA 6 sebagai produk hiburan termahal dalam sejarah peradaban manusia.
Lonjakan biaya operasional juga terjadi akibat penundaan rilis dari rencana awal Mei 2026 menjadi November 2026. Penundaan ini kabarnya menambah beban operasional hingga US$60 juta. Namun, Rockstar menjanjikan kualitas yang sebanding dengan harganya. Mereka menggunakan Rockstar Advanced Game Engine (RAGE) versi terbaru yang menghadirkan:
Mekanika cuaca dinamis yang sangat realistis.
Pencahayaan berbasis ray-tracing penuh.
Kecerdasan Buatan (AI) pada NPC dan polisi yang jauh lebih reaktif dan cerdas.
Pemain akan menjelajahi negara bagian Leonida (versi fiktif Florida) yang padat dengan interior bangunan yang bisa dimasuki secara seamless tanpa layar pemuatan (loading screen). Ekspektasi teknis yang luar biasa tinggi inilah yang membuat Take-Two Interactive percaya diri bahwa konsumen akan melihat harga US$80 sebagai nilai investasi hiburan yang sepadan.
BACA JUGA:Pengunjung Pantai Carocok Membludak, Target PAD Optimis Tercapai
BACA JUGA:POCO Perkenalkan X8 Pro Max, Smartphone dengan Daya Tahan Baterai Ekstrem
Sumber: