Polda Sumbar Musnahkan 108 Kilogram Narkoba Sitaan, Perang Melawan Narkoba Terus Berlanjut

Polda Sumbar Musnahkan 108 Kilogram Narkoba Sitaan, Perang Melawan Narkoba Terus Berlanjut

--

SUMBAR.DISWAY.ID - Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) menunjukkan komitmen serius dalam memberantas peredaran barang haram. Pada Rabu, 8 April 2026, Polda Sumbar resmi memusnahkan 108,28 kilogram ganja kering yang merupakan hasil sitaan dari para pelaku peredaran gelap narkotika.

Kepala Polda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menjelaskan bahwa seluruh barang bukti ini berasal dari pengungkapan kasus besar sepanjang bulan Maret. Proses pemusnahan ini juga telah mengantongi penetapan resmi dari pihak Pengadilan.

"Barang bukti yang dimusnahkan hari ini adalah barang bukti dari pengungkapan kasus sepanjang Maret, dan telah mendapatkan penetapan dari Pengadilan," ujar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta di Padang, didampingi Kepala Bidang Humas Kombes Pol Susmelawati Rosya.

Ratusan Kilogram Barang Haram Dibakar Habis

Pihak kepolisian memusnahkan ratusan kilogram ganja tersebut dengan cara membakarnya di halaman Mapolda Sumbar. Prosesi ini berlangsung terbuka dan mendapat kesaksian langsung dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Kejaksaan, Kepabeanan dan Cukai, hingga pemerintah provinsi.

Selain ganja seberat 108,28 kilogram, polisi juga menghancurkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 9,83 gram. Gatot menerangkan bahwa tumpukan barang terlarang ini berasal dari tujuh kasus menonjol yang berhasil Direktorat Reserse narkoba Polda Sumbar ungkap selama Maret 2026.

Dari rentetan kasus tersebut, petugas menangkap 10 orang tersangka. Saat ini, seluruh pelaku sudah mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Komitmen Polda Sumbar: Tidak Ada Kata Kendur

Irjen Pol Gatot menegaskan bahwa pemusnahan ini merupakan peringatan keras bagi siapa pun yang terlibat dalam jaringan narkoba. Kepolisian memastikan tidak akan pernah berhenti memerangi penyalahgunaan narkoba di wilayah Sumatera Barat.

"Masalah narkoba adalah tanggung jawab kita semua, narkoba adalah ancaman serius yang harus diberantas secara bersama-sama," tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa jajaran kepolisian tetap menjaga performa pengawasan dan penindakan. Polisi tetap bekerja maksimal meskipun di tengah situasi bencana maupun selama bulan suci Ramadhan.

Memperketat Perbatasan dan Membina Nagari

Melihat tren posisi Sumatera Barat yang kini menjadi daerah tujuan sekaligus jalur transit pengiriman narkoba, Direktur Reserse narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wedy Mahadi mengambil langkah strategis. Pihaknya berencana memperketat pengawasan di daerah perbatasan untuk memutus rantai distribusi.

"Untuk mengimbangi performa penindakan kami juga terus melakukan pembinaan terhadap kampung bebas narkoba yang sudah dibentuk di tingkat kelurahan atau nagari," kata Kombes Pol Wedy Mahadi.

Langkah tegas Polda Sumbar dalam menyapu bersih peredaran narkoba ini mendapat dukungan luas. Pihak Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), MUI Sumbar, serta pemerintah provinsi memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan pengungkapan kasus-kasus besar tersebut.

 

Sumber: