Pabrik Pengolahan Gambir Segera Berdiri di Sumbar: Langkah Besar Menuju Hilirisasi Dunia
--
SUMBAR.DISWAY.ID - Kabar segar bagi petani di Ranah Minang! Pemerintah bergerak cepat untuk membangun pabrik pengolahan gambir di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Langkah ini menjadi angin segar untuk memperkuat program hilirisasi agar produk lokal kita punya nilai tawar tinggi di pasar internasional.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, memberikan kepastian mengenai rencana besar ini saat berada di Kota Padang pada Kamis, 9 April 2026.
"Perkembangan terbaru yang saya dapatkan Pak Menteri Pertanian sudah menetapkan akan membangun pabrik pengolahan gambir di Sumbar," kata Mahyeldi.
Nantinya, pabrik yang mengolah tanaman bernama latin Uncaria rhynchophylla ini akan dikelola langsung oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV. Lokasinya kemungkinan besar berada di Kabupaten Limapuluh Kota, mengingat daerah tersebut bersama Pesisir Selatan adalah tulang punggung produksi gambir nasional.
Menguasai 80 Persen Pasokan Dunia
Potensi gambir kita sebenarnya luar biasa. Indonesia, khususnya Sumbar, memasok sekitar 80 persen kebutuhan gambir dunia. Selama ini, kita rutin mengirim komoditas ini ke negara-negara di Asia Selatan seperti India dan Pakistan.
Data ekspor menunjukkan tren yang terus naik. Pada tahun 2024, volume ekspor mencapai 13.482 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp574,7 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibanding tahun 2023 yang mencatat pengiriman sebesar 11.865 ton.
Namun, di balik angka ekspor yang mentereng, harga di tingkat petani justru sedang lesu. Gubernur menjelaskan bahwa kondisi geopolitik dan konflik di Timur Tengah menjadi penyebab utamanya.
Ketimpangan Harga yang Mengejutkan
Ada fakta pahit yang ditemukan Bupati Limapuluh Kota, Safni, saat mengunjungi India di akhir 2025. Ia menemukan harga ekstrak gambir di sana mencapai 10 dolar AS atau sekitar Rp160 ribu per kilogram. Padahal, petani di daerah hanya menerima sekitar Rp40 ribu per kilogram.
Mirisnya, seluruh bahan baku yang diolah di India tersebut berasal dari tanah Sumatera Barat. Perbedaan harga yang mencolok inilah yang menjadi alasan kuat mengapa pabrik pengolahan di dalam negeri harus segera terealisasi.
Sukses Hilirisasi: Dari Ladang ke Tinta Pemilu
Sumatera Barat sebenarnya sudah mencicipi manisnya hilirisasi melalui inovasi lokal. Salah satu buktinya adalah tinta Pemilu 2024 yang digagas oleh Universitas Andalas bersama perusahaan lokal.
Kerja sama ini berhasil memproduksi satu juta botol tinta berbahan dasar gambir. Hebatnya lagi, produk ini tidak hanya dipakai di 35 provinsi di tanah air, tapi juga digunakan oleh pemilih Indonesia yang berada di luar negeri.
Hadirnya pabrik baru milik PTPN IV nanti diharapkan bisa menyusul kesuksesan tersebut, sehingga petani tidak lagi hanya menjual bahan mentah, tapi juga produk olahan dengan harga yang jauh lebih layak.
Sumber: