Huawei Pura 90 Ultra Batal Rilis? Strategi Baru Hadapi Lonjakan Harga Memori
--
SUMBAR.DISWAY.ID - Kabar mengejutkan datang dari industri teknologi global mengenai lini ponsel flagship terbaru milik Huawei. Perusahaan kabarnya akan meniadakan model Ultra pada seri Pura 90 yang akan segera meluncur. Keputusan ini menandai pergeseran strategi besar dalam portofolio produk raksasa teknologi asal China tersebut.
Jadwal Peluncuran dan Model yang Tersedia
Huawei berencana meluncurkan seri Pura 90 di China pada 20 April 2026 mendatang. Namun, hingga saat ini, perusahaan hanya memberikan informasi resmi dan membuka layanan pemesanan awal untuk dua varian saja, yakni Huawei Pura 90 Pro dan Pura 90 Pro Max.
Melansir laporan dari Gizmochina pada Sabtu (11/4), informan Fixed Focus Digital menyebutkan bahwa Huawei sepenuhnya menghapus varian Ultra pada generasi terbaru ini. Dengan demikian, konsumen hanya memiliki pilihan model standar, Pro, dan Pro Max. Hal ini berbeda dengan seri Pura 80 sebelumnya yang hadir dalam empat model lengkap.
Alasan di Balik Penghapusan Model Ultra
Perubahan struktur produk ini ternyata bukan tanpa alasan. Berdasarkan informasi dari pembocor teknologi Digital Chat Station, beberapa merek ponsel pintar lain pun mulai menunda peluncuran perangkat flagship model Ultra mereka.
Faktor utama yang memicu keputusan ini adalah lonjakan harga memori yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Informan menjelaskan:
"Karena harga memori tinggi, apabila perusahaan memaksakan untuk merilis model Ultra maka harga penjualan perangkatnya bisa melampaui 10.000 yuan atau sekitar Rp25 juta, melebihi harga tipikal ponsel-ponsel model Ultra."
Laporan dari Counterpoint Research memperkuat kondisi ini. Mereka memprediksi bahwa kesenjangan pasokan di pasar memori kemungkinan besar tidak akan teratasi setidaknya hingga paruh kedua 2027.
Pro Max Sebagai Pengganti Ultra
Meski model Ultra absen, konsumen tidak perlu berkecil hati mengenai kualitas kamera dan fitur unggulan lainnya. Perusahaan manufaktur ponsel pintar saat ini tengah merombak portofolio produk mereka agar tetap kompetitif di pasar.
Model Pro Max, yang biasanya menempati posisi di bawah Ultra, kemungkinan besar akan mewarisi berbagai fitur pencitraan kelas atas. Strategi ini membuat model Pro Max secara otomatis naik kelas untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh model Ultra.
Permintaan pasar yang terbatas untuk ponsel dengan harga di atas Rp25 juta, ditambah kendala biaya produksi, menjadi dorongan kuat bagi banyak merek untuk mulai menghentikan produksi varian tertinggi mereka demi menjaga stabilitas bisnis.
Sumber: