Pemkab Agam Akan Bangun 1.089 Hunian Tetap bagi Korban Bencana

Pemkab Agam Akan Bangun 1.089 Hunian Tetap bagi Korban Bencana

--

SUMBAR.DISWAY.ID - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membawa kabar baik bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi. Pemerintah daerah memastikan akan membangun sebanyak 1.089 unit hunian tetap (Huntap) melalui skema relokasi mandiri.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, Rinaldi, menjelaskan bahwa ribuan unit rumah ini akan tersebar di berbagai wilayah terdampak.

"Sebanyak 1.089 unit hunian tetap itu tersebar di Kecamatan Palembayan, Ampek Koto, Tanjung Raya, Malalak, Matur, Palupuh dan lainnya," ujar Rinaldi di Lubuk Basung, Sabtu, 18 April 2026.

Skema Relokasi Mandiri dan Kolektif

Pemerintah memberikan pilihan kepada warga dalam proses pemulihan tempat tinggal ini. Sebanyak 1.089 unit merupakan kuota bagi warga yang memilih hunian tetap relokasi mandiri. Sementara itu, tercatat ada 699 unit lainnya yang dialokasikan untuk warga yang memilih hunian tetap kolektif.

Sebagai langkah awal, tim di lapangan telah menyelesaikan satu unit rumah contoh di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Prosesi peletakan batu pertama pun sudah berlangsung dengan khidmat.

"Peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap ini dilakukan oleh Sekretaris Utama BNPB Rustian, Kamis (16/4)," katanya.

Prosedur Kepemilikan Lahan dan Jadwal Pembangunan

Agar proyek berjalan lancar, pemerintah saat ini sedang fokus mengumpulkan berkas administrasi. Rinaldi menyebutkan pihaknya tengah menghimpun surat bukti kepemilikan lahan dari masyarakat melalui koordinasi dengan para wali nagari atau kepala desa.

Setelah dokumen lengkap, tim teknis akan langsung memeriksa kelayakan lokasi tersebut untuk memastikan keamanan area pembangunan. Jika seluruh verifikasi rampung sesuai jadwal, pembangunan fisik secara masif akan segera menyusul.

"Kalau siap pada April 2026 ini, maka Mei 2026 sudah bisa dilanjutkan pembangunan," tambah Rinaldi optimis.

Teknologi Sepablock: Solusi Rumah Cepat dan Tangguh

Untuk menjamin kualitas bangunan, pengerjaan proyek ini melibatkan perusahaan yang telah mendapatkan rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Menariknya, konstruksi bangunan ini menggunakan inovasi teknologi dari Semen Padang, yakni Bata Interlock atau yang populer dengan sebutan Sepablock.

Penggunaan Teknologi Sepablock terbukti lebih efektif dan efisien dalam mempercepat durasi pembangunan. Selain itu, bata interlock ini memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap kondisi lingkungan di Kabupaten Agam.

"Pembangunan hunian tetap mandiri dengan sepablock ini diharapkan mampu memberikan hunian yang layak, aman dan tahan terhadap potensi bencana pada masa mendatang," tutup Rinaldi. Dengan langkah ini, pemerintah berharap warga bisa segera menempati rumah yang lebih kokoh dan memberikan rasa aman dari ancaman bencana di masa depan.

Sumber: