Stabilitas Harga Gambir Sumbar Butuh Lembaga Penyangga, Ini Solusi Gubernur Mahyeldi
--
SUMBAR.DISWAY.ID - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, menegaskan bahwa daerahnya sangat membutuhkan lembaga penyangga atau penampung khusus. Kehadiran lembaga ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga komoditas gambir, terutama saat nilai jualnya sedang merosot di pasar.
"Kita butuh semacam penyangga yang siap menampung gambir saat nilainya turun," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Kota Padang, Selasa, 21 April 2026.
Menurut Mahyeldi, pihak swasta, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), maupun pemerintah daerah bisa membangun fasilitas penampung sementara ini. Langkah tersebut merupakan solusi konkret agar para petani lokal tidak tertekan oleh fluktuasi harga pasar global yang sering tidak menentu.
Penyebab Anjloknya Harga di Tingkat Petani
Gubernur menilai salah satu pemicu anjloknya harga saat ini adalah ketergantungan petani yang menyerahkan sepenuhnya hasil panen kepada eksportir atau penampung besar. Selain itu, kondisi geopolitik dan ekonomi global juga turut memengaruhi nilai jual hasil bumi ini.
Data per awal April 2026 menunjukkan ketimpangan harga yang cukup signifikan:
-
Harga di gudang: Berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram (tergantung kualitas).
-
Harga di tingkat petani: Hanya menyentuh angka Rp20 ribu per kilogram.
Strategi Menahan Stok Saat Harga Rendah
Sebenarnya, Sumatera Barat sudah memiliki koperasi yang menampung gambir dari Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pesisir Selatan. Namun, kapasitas koperasi tersebut belum mampu menyerap seluruh hasil panen petani secara maksimal. Oleh karena itu, dukungan dari lembaga penyangga lain sangat krusial.
"Jadi, ketika harga gambir sedang anjlok kita tahan dulu. Nanti kalau harganya sudah membaik baru dijual," tambah Mahyeldi.
Potensi Ekspor Gambir Sumbar yang Menjanjikan
Di sisi lain, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Provinsi Sumbar, RM Ende Dezeanto, menyebut gambir sebagai komoditas unggulan Ranah Minang pada tahun 2025.
Catatan ekspor sepanjang 2025 menunjukkan performa yang luar biasa:
-
Volume Ekspor: 54.041 ton.
-
Negara Tujuan: India, Pakistan, Malaysia, dan Afrika Selatan.
-
Kontribusi Ekonomi: Mencatatkan Rp3,28 miliar terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Melihat besarnya kontribusi ekonomi ini, penguatan infrastruktur perdagangan melalui lembaga penyangga menjadi hal mendesak demi melindungi kesejahteraan petani gambir di Sumatera Barat.
Sumber: