Scarlett Johansson Ungkap Tekanan Berat Jadi Aktris Muda di Hollywood

Scarlett Johansson Ungkap Tekanan Berat Jadi Aktris Muda di Hollywood

--

SUMBAR.DISWAY.ID – Aktris papan atas Scarlett Johansson membuka cerita tentang tekanan besar yang ia rasakan saat memulai karier di industri film Hollywood pada awal tahun 2000-an.

Menurut laporan Variety, Minggu (12/4) waktu setempat, Johansson menyebut periode tersebut sebagai masa yang “sangat keras”, terutama bagi aktris perempuan muda yang kerap dinilai dari penampilan fisik.

“Itu sulit. Banyak tekanan terkait penampilan perempuan. Peran atau peluang yang ditawarkan bagi perempuan seusia saya saat itu jauh lebih terbatas dibandingkan sekarang,” kata Johansson kepada CBS Sunday Morning.

Minim Peran Berkualitas untuk Aktris Muda

Johansson menilai bahwa pada masa awal kariernya, pilihan peran untuk perempuan muda sangat terbatas. Industri film saat itu cenderung menawarkan karakter yang tidak berkembang dan stereotip.

Ia mengungkapkan bahwa banyak aktris mudah terjebak dalam satu tipe peran tertentu. Hal ini membuat ruang eksplorasi akting menjadi sempit.

“Anda akan sangat mudah terjebak dalam satu tipe peran dan terus ditawari hal yang sama. Biasanya hanya jadi perempuan lain, selingan, atau sosok seksi. Itu adalah pola karakter yang dominan saat saya seusia itu,” tutur dia.

Temukan Ruang Berkembang Lewat Teater

Untuk keluar dari tekanan tersebut, Johansson memilih mengeksplorasi dunia teater di New York City. Langkah ini memberinya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akting sekaligus menjauh dari stereotip peran di Hollywood.

Ia juga sempat mengambil jeda dari industri film. Keputusan ini membantunya lebih selektif dalam memilih proyek dan menunggu peran yang benar-benar sesuai.

“Itu sesuatu yang saya pelajari seiring waktu, tapi memang sulit. Begitu mulai bekerja, merasa setiap pekerjaan bisa jadi yang terakhir, sehingga ketika ada kesempatan, merasa harus mengambilnya. Meskipun mungkin tidak bervariasi seperti pekerjaan yang benar-benar memberi Anda kesenangan,” imbuh dia.

Industri Kompetitif Bikin Aktor Sulit Menolak Peran

Bintang film Black Widow ini juga menyoroti tingginya tingkat persaingan di industri hiburan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak aktor merasa harus menerima setiap peluang yang datang.

“Dan ketika Anda sudah mendapat sorotan, Anda ingin tetap mempertahankannya. Itu naluri, terutama bagi aktor muda, bahkan semua aktor,” kata Scarlett Johansson.

Perjalanan Karier Sejak Usia Remaja

Scarlett Johansson mulai dikenal luas saat berusia 17 tahun melalui film Lost in Translation yang menjadi titik balik kariernya.

Setelah itu, ia terus membintangi berbagai film populer seperti The Perfect Score, Match Point, The Prestige, The Other Boleyn Girl, hingga Iron Man 2.

Kini, setelah lebih dari dua dekade berkarier, Johansson mengaku senang melihat perubahan di industri film. Ia menilai bahwa saat ini semakin banyak peran yang memberdayakan perempuan muda dibandingkan era awal 2000-an.

 

 



Sumber: