SANTIKA SYNTHESIS 2026: Pelajar dari 17 Provinsi Adu Gagasan di UNP

SANTIKA SYNTHESIS 2026: Pelajar dari 17 Provinsi Adu Gagasan di UNP

Momentum ini menandai pembukaan SANTIKA SYNTHESIS 2026, ajang kolaborasi nasional yang digagas Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP.-Ist-

SUMBAR.DISWAY.ID -- Aula Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang dipadati ratusan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, Selasa (5/5/2026). Mereka hadir bukan sekadar berkunjung, melainkan untuk berkompetisi, berdiskusi, dan menunjukkan bahwa ilmu sosial memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang generasi muda.

Momentum ini menandai pembukaan SANTIKA SYNTHESIS 2026, ajang kolaborasi nasional yang digagas Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP.

Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Write The Vision, Draw The Reality”, yang menjadi ajakan terbuka bagi generasi muda untuk tidak hanya bermimpi, tetapi juga mampu membaca serta merespons realitas sosial di sekitarnya.

BACA JUGA:Gandeng Nestle MILO, FIBA Perkuat Akar Rumput Basket Indonesia Lewat Program 'Basketball for Good'

Olimpiade Sosiologi tingkat SMA/sederajat diikuti 531 peserta dari 89 sekolah yang berasal dari 17 provinsi. Sementara itu, kompetisi tingkat mahasiswa yang mencakup lomba esai dan video dokumenter diikuti 41 peserta dari 11 provinsi. Peserta terjauh tercatat berasal dari Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dengan jarak tempuh lebih dari 2.000 kilometer menuju Padang.

Ketua Pelaksana, Aufa Raihan, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023, menjelaskan bahwa SANTIKA SYNTHESIS sejak awal dirancang sebagai ruang pertemuan gagasan lintas daerah.

“Santika Synthesis dirancang sebagai ajang kolaborasi nasional antara mahasiswa dan pelajar tingkat SMA untuk meningkatkan daya berpikir kritis di bidang sosial. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi acuan bagi departemen lain di lingkungan UNP,” ujarnya. 

Monika Nur, S.Pd., M.Si., Ph.D., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, menegaskan pentingnya posisi sosiologi dalam lanskap pendidikan saat ini.

BACA JUGA:Wakili Sumbar di Tingkat Nasional, Kampung KB Baringin Sakti Targetkan Juara Umum

“Sosiologi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap realitas sosial, khususnya di tengah kecenderungan gaya hidup hedonis saat ini,” ungkapnya.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat turut hadir melalui Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, H. Tan Gusli, S.Fil.I., M.A.P., MA, sebagai bentuk dukungan lintas instansi terhadap penguatan pendidikan sosial.

Dekan FIS UNP, Afriva Khaidir, S.H., M.Hum., MAPA, Ph.D., yang mewakili Rektor UNP, menekankan pentingnya kemampuan generasi muda dalam memahami dinamika sosial.

“Anak muda tidak cukup hanya memiliki cita-cita, tetapi juga harus mampu membaca realitas sosial, memahami perubahan masyarakat, serta menawarkan gagasan yang kritis, kreatif, dan solutif,” tegasnya.

BACA JUGA:Arsenal Tembus Final Liga Champions, Mikel Arteta: Ini Malam Terbaik dalam Karier Saya

Sumber: