Aksi Ekstrem Aliansi Topi Jerami: Protes Pelayanan PDAM dengan Lempar Puluhan Ular
Aksi Ekstrem Aliansi Topi Jerami: Protes Pelayanan PDAM dengan Lempar Puluhan Ular--
SUMBAR,DISWAY.ID - Jagat media sosial kembali heboh dengan aksi demonstrasi unik sekaligus ekstrem di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Aliansi Topi Jerami melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang Pendopo Indramayu pada Kamis (7/5) dengan melempar puluhan ekor ular sebagai bentuk protes keras kepada Bupati Indramayu, Lucky Hakim.
Massa melakukan aksi nekat tersebut lantaran merasa kecewa karena tidak berhasil menemui sang Bupati. Mereka menuntut penjelasan langsung dari Lucky Hakim terkait berbagai permasalahan daerah, mulai dari buruknya pelayanan PDAM hingga munculnya dugaan markup pada sejumlah proyek infrastruktur di Indramayu.
Pemilihan ular sebagai alat demonstrasi bukan tanpa alasan. Massa menyebut pelepasan reptil tersebut merupakan simbol sindiran tajam kepada kebijakan Lucky Hakim. Ironisnya, simbol ini justru memutarbalikkan citra sang Bupati yang sebelumnya populer melalui program lingkungan.
Pada tahun 2025 lalu, Lucky Hakim meluncurkan program bertajuk “Ular Sahabat Tani”. Saat itu, ia melepas ribuan ular nonberbisa ke area persawahan untuk membantu petani membasmi hama tikus secara alami. Namun kini, aliansi demonstran justru menggunakan hewan yang sama untuk menyerang balik kewibawaan pemerintah daerah.
BACA JUGA:BSI dan Muhammadiyah Sinergi Bangun Ekosistem Digital Pendidikan Islam Lewat EduMu
BACA JUGA:BNI Hadirkan Fitur Life Goals di wondr, Bantu Nasabah Siapkan Dana Haji Lebih Terarah
Aksi pelemparan ular ke area gerbang pendopo ini sempat menyita perhatian besar dari warga sekitar dan pengguna jalan. Banyak warga yang merasa ngeri sekaligus heran melihat puluhan ular melata di depan gedung pemerintahan. Meski situasi sempat memanas, aparat keamanan yang berjaga tetap mampu mengendalikan massa sehingga aksi tidak berujung pada bentrokan fisik.
Menanggapi aksi demonstrasi yang viral tersebut, Bupati Lucky Hakim memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa menemui massa di lapangan karena sedang menjalani agenda kedinasan lain yang sudah terjadwal sebelumnya.
Selain alasan kesibukan, Lucky Hakim juga menegaskan bahwa pihaknya belum menerima surat permohonan audiensi secara resmi dari aliansi tersebut. Ia menyayangkan cara massa menyampaikan aspirasi yang dinilai kurang patut, meski tetap menghormati hak masyarakat untuk berdemokrasi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan keamanan dan membersihkan sisa-sisa ular yang dilemparkan agar tidak membahayakan masyarakat umum. Kasus dugaan markup proyek yang massa suarakan kini juga tengah menjadi sorotan publik dan menanti penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Sumber: