Padang Panjang Perketat Pengendalian Inflasi Jelang Idul Adha 1447 Hijriah

Padang Panjang Perketat Pengendalian Inflasi Jelang Idul Adha 1447 Hijriah

Padang Panjang Perketat Pengendalian Inflasi Jelang Idul Adha 1447 Hijriah-Istimewa-

SUMBAR.DISWAY.ID -- Pemerintah Kota Padang Panjang memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan saat jajaran Pemko Padang Panjang mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pembahasan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Pengawasan Obat dan Makanan serta sosialisasi penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH), melalui Zoom Meeting di Ruang VIP Lantai II Balaikota Padang Panjang, Senin (18/5/2026).

Rakor nasional itu diikuti Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Alvi Sena bersama unsur Forkopimda dan pimpinan OPD terkait. Kegiatan dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian.

BACA JUGA:Masuki Mei 2026, Jasman Dorong Seluruh OPD Sumbar Kebut Program Kerja

Dalam arahannya, Tito meminta seluruh pemerintah daerah tetap waspada terhadap potensi kenaikan harga pangan meski inflasi nasional masih berada dalam rentang target pemerintah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi nasional April 2026 tercatat sebesar 2,42 persen secara tahunan atau year-on-year, 0,13 persen secara bulanan atau month-to-month, serta 1,06 persen secara tahun kalender.

“Pemerintah daerah harus aktif melakukan langkah nyata di lapangan, terutama menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga bahan pokok menjelang Idul Adha,” tegas Tito.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta mewaspadai dampak ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan memengaruhi harga sejumlah komoditas impor.

BACA JUGA:Batagak Pangulu di Bukittinggi, Mahyeldi Ingatkan Ancaman Degradasi Moral Generasi Muda Minangkabau

Sementara itu, Alvi Sena menyampaikan kondisi inflasi Kota Padang Panjang pada April 2026 menunjukkan tren yang lebih terkendali. Inflasi tercatat sebesar 2,48 persen secara year-on-year, menurun dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 4,32 persen. Adapun inflasi bulanan berada di angka 0,17 persen.

“Penurunan angka inflasi ini menjadi indikator bahwa upaya pengendalian yang dilakukan TPID bersama seluruh stakeholder berjalan cukup efektif. Namun menjelang Idul Adha, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu kedua Mei 2026, Kota Padang Panjang berada pada kategori fluktuasi rendah dengan angka 0,39 persen. Cabai merah masih menjadi komoditas utama penyumbang kenaikan harga akibat terbatasnya pasokan dan meningkatnya permintaan masyarakat.

Selain cabai merah, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging sapi, telur ayam kampung, cabai rawit, dan ikan kembung.

BACA JUGA:Bupati Hendrajoni Soroti Hubungan Kadis dan Sekretaris, Minta Kerja Sama Diperkuat

Sumber: