Kemenbud Tegaskan Candi Borobudur Adalah Warisan Budaya yang Harus Dirawat
--
SUMBAR.DISWAY.ID — Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memperkuat komitmen nyata mereka dalam menjaga serta merawat Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia yang berharga. Langkah ini menjadi bukti kepedulian negara terhadap kelestarian situs bersejarah yang memiliki nilai spiritualitas tinggi.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menjelaskan bahwa Borobudur tidak sekadar menjadi tempat suci bagi jutaan umat Buddha dari berbagai belahan dunia. Lebih dari itu, bangunan megah ini merupakan perwujudan fisik dari sebuah perjalanan batin manusia menuju pencerahan spiritual yang sejati.
"Merawat Borobudur adalah merawat ingatan peradaban dan kita berkomitmen untuk terus melakukannya dengan sepenuh tanggung jawab bagi generasi yang akan datang,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada hari Senin.
Dukungan Penuh Kemenbud pada Rangkaian Hari Raya Waisak Nasional 2026
Bentuk nyata dari komitmen tersebut terlihat dari keterlibatan aktif kementerian dalam agenda keagamaan. Fadli Zon menyebut, Kementerian Kebudayaan mendukung penuh penyelenggaraan rangkaian Hari Raya Waisak Nasional 2570 BE/2026. Bahkan, Menbud juga bertindak langsung sebagai Pelindung dalam kepanitiaan nasional perayaan Waisak pada tahun ini.
Fadli Zon menghadiri langsung kegiatan Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026 yang berlangsung di Taman Lumbini, Candi Borobudur pada hari Minggu. Di hadapan para umat yang hadir, ia menyampaikan bahwa Waisak merupakan momen yang sangat istimewa bagi seluruh umat Buddha di berbagai penjuru dunia.
Perayaan tahun ini mengusung tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” serta subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia.” Melalui fondasi tersebut, kegiatan Dharmasanti menjelma menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat nilai toleransi, dan meneguhkan semangat perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Menjadikan Situs Sejarah Sebagai Ruang Spiritual dan Harmoni Antarumat
Kementerian Kebudayaan menaruh harapan besar pada rangkaian perayaan Waisak Nasional tahun 2026 ini. Jajaran kementerian ingin agenda tahunan ini dapat terus memperkuat nilai toleransi yang sudah ada di tengah masyarakat, sekaligus mempererat keharmonisan hidup antarumat beragama.
Selain sebagai destinasi wisata global, Kemenbud mendorong penguatan peran warisan budaya Indonesia agar berfungsi optimal sebagai ruang spiritual, kebudayaan, dan simbol perdamaian dunia. Langkah ini selaras dengan visi jangka panjang pemerintah dalam melestarikan peninggalan leluhur.
Sementara itu, Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Hartati Murdaya memaparkan laporan kerjanya dalam kesempatan yang sama. Ia menyampaikan bahwa agenda Dharmasanti bertujuan memperkokoh pengamalan Dharma di kalangan umat, mempererat persatuan bangsa, serta membawa pesan kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia.
Apresiasi dari Panitia Waisak dan Pentingnya Pelestarian Muaro Jambi
Pihak panitia juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Kebudayaan atas segala bantuan dan fasilitasi terhadap pelaksanaan rangkaian Waisak Nasional. Hubungan kerja sama yang harmonis ini membuat jalannya ritual keagamaan di area candi berlangsung dengan sangat khidmat dan lancar.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Menteri Kebudayaan atas dukungan dan semangat yang diberikan dalam mendukung pelaksanaan ibadah umat Buddha di kawasan budaya Candi Borobudur,” ujar Hartati Murdaya mengungkapkan rasa syukurnya.
Tidak hanya fokus pada Borobudur, Hartati juga menyinggung pentingnya langkah pelestarian kawasan percandian Muaro Jambi. Situs tersebut memiliki nilai historis yang luar biasa sebagai salah satu pusat pembelajaran agama Buddha terkemuka pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya dari abad ke-7 hingga ke-13. Kawasan bersejarah di Jambi tersebut terkenal luas sebagai tempat berharga bagi Biksu besar asal India, Atisha Dipangkara, saat mempelajari ajaran Buddha langsung kepada Mahaguru Dharmakirti.
Sumber: