Pawai Takbiran Idul Adha di Kabupaten Agam Berlangsung Meriah
--
SUMBAR.DISWAY.ID — Suasana malam menyambut Hari Raya Kurban di Kabupaten Agam, Sumatera Barat terasa sangat semarak dan penuh suka cita. Masyarakat setempat menggelar pawai takbiran yang meriah untuk menyambut Idul Adha 1447 Hijriah pada Selasa malam. Kreativitas warga terlihat jelas melalui berbagai hiasan menyerupai kabah, replika masjid, hingga bentuk hewan kurban yang ikut meramaikan barisan para peserta.
Warga mengangkut dekorasi unik tersebut menggunakan mobil pickup, becak motor, hingga membawanya langsung dengan berjalan kaki. Kehadiran miniatur-miniatur bernuansa Islami ini sukses menarik perhatian ribuan pasang mata yang memadati area sepanjang rute jalan raya.
"Pawai takbiran ini dalam memeriahkan hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah," ujar Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal saat memberikan sambutan resmi di Lubuk Basung pada hari Selasa.
Pawai Takbiran Sebagai Tradisi Tahunan Masyarakat Muslim di Ranah Minang
Muhammad Iqbal menegaskan bahwa Hari Raya Kurban merupakan hari besar yang sangat suci bagi umat Islam. Sebagai masyarakat muslim, warga Agam sudah sepatutnya menyambut momen penuh berkah ini dengan rasa suka cita dan kegembiraan, yang salah satunya mewujud melalui kegiatan pawai takbiran massal.
Kegiatan syiar Islam seperti ini memang rutin bergulir setiap tahunnya. Pawai keliling ini bahkan sudah mengakar kuat menjadi tradisi masyarakat Sumatera Barat, khususnya bagi warga yang berdomisili di Kabupaten Agam. Budaya ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi akbar antarkampung menjelang penyembelihan hewan qurban besok hari.
"Berbagai ornamen dibawa oleh peserta untuk memeriahkan pawai takbiran tersebut," kata Muhammad Iqbal yang merasa kagum melihat tingginya antusiasme serta kreativitas para warganya tahun ini.
Rute Sepanjang Dua Kilometer dan Pesan Ketertiban dari Pemerintah Daerah
Bertindak atas nama pemerintah daerah, Wakil Bupati Agam menitipkan pesan penting kepada seluruh masyarakat agar dapat mengikuti kegiatan keagamaan ini dengan tertib. Kedisiplinan dari para peserta menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan aman dan lancar tanpa mengganggu arus lalu lintas secara berlebihan.
"Saya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut," katanya menambahkan apresiasi untuk jajaran panitia, aparat keamanan, serta unsur pemuda setempat.
Berdasarkan data teknis di lapangan, rute pawai keagamaan ini mengambil titik kumpul utama di kawasan Simpang Empat Padang Baru Lubuk Basung, atau tepatnya di area depan Masjid Agung Nurul Falah. Setelah berkumpul, rombongan peserta bergerak tertib menyusuri sepanjang Jalan Mohammad Hatta sampai ke lokasi pelepasan akhir yang menempuh jarak kurang lebih sejauh dua kilometer.
Puluhan Kelompok Peserta Meriahkan Suasana dengan Api Obor dan Tabuhan Khas
Kemeriahan malam takbiran ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat. Agenda tahunan ini diikuti sebanyak 50 kelompok yang berasal dari berbagai instansi dan komunitas, mulai dari santri TPQ, pelajar SD, SMP, MTs, MA, kelompok remaja masjid, hingga ibu-ibu majelis taklim.
Daya tarik utama dari iring-iringan ini terlihat saat para peserta kompak membawa api obor yang terbuat dari bilah bambu tradisional. Cahaya kemerahan dari puluhan obor bambu tersebut seketika menerangi sepanjang jalur protokol Lubuk Basung dan menciptakan pemandangan malam yang sangat eksotis.
Sepanjang perjalanan, gema takbir terus berkumandang secara bersahut-sahutan mengiringi setiap langkah kaki para peserta yang berjalan rapi. Di barisan bagian belakang, terdengar pula suara tabuhan yang khas dan bertenaga, yang semakin menambah semarak suasana malam takbiran di lokasi tersebut hingga berakhirnya acara.
Sumber: