Presiden Kirim Sapi Kurban Seberat 883 Kilogram untuk Warga Kota Pariaman

Presiden Kirim Sapi Kurban Seberat 883 Kilogram untuk Warga Kota Pariaman

--

SUMBAR.DISWAY.ID — Kabar membanggakan datang dari sektor peternakan di Kota Pariaman, Sumatera Barat menjelang perayaan Hari Raya Kurban tahun ini. Warga setempat patut bersukacita karena Presiden Republik Indonesia menyumbangkan seekor sapi kurban jumbo untuk masyarakat wilayah ini pada Idul Adha 1447 Hijriah. Pihak pemerintah pusat membeli sapi dengan berat fantastis mencapai 883 kilogram tersebut langsung dari seorang peternak lokal di Desa Pauh Timur, Kecamatan Pariaman Tengah.

Proses transaksi hewan kurban ini juga melewati tahapan penilaian yang cukup ketat sebelum akhirnya sah menjadi milik kepala negara. Pihak istana melakukan seleksi ketat untuk memastikan kualitas hewan yang akan mereka bagikan kepada masyarakat di daerah.

"Awalnya peternak menawarkan harga sapinya sembilan puluh juta rupiah, tapi setelah pihak Sekretariat Negera RI negosiasi harganya menjadi delapan puluh sembilan juta rupiah," kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Marlina Sepa di Pariaman pada hari Selasa.

Proses Negosiasi Ketat Tim Sekretariat Negara dan Jadwal Pemotongan Sapi

Langkah pengecekan kualitas hewan bertubuh besar ini mengalami beberapa fase penting. Marlina Sepa mengatakan bahwa tim dari Sekretariat Negara RI juga telah meninjau kondisi sapi tersebut secara langsung beberapa hari yang lalu. Padahal, sebelumnya pihak pemerintah pusat itu hanya melihat dan melakukan proses negosiasi harga melalui sambungan konferensi video. Kehadiran tim Setneg ke lokasi langsung membuktikan keseriusan mereka dalam memantau kesehatan fisik hewan.

"Pariaman menjadi salah satu daerah yang dikunjungi di Sumatera Barat," katanya dengan nada bangga karena wilayahnya mendapat perhatian khusus dari pusat.

Marlina Sepa menyampaikan bahwa jenis sapi kurban dari Presiden RI tersebut yaitu 'bali simental'. Berdasarkan jadwal yang sudah panitia susun, rencananya pihak pengurus akan memotong hewan jumbo ini di Masjid Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah pada Rabu, 27 Mei 2026.

Motivasi Besar Bagi Peternak Pariaman untuk Siap Pasok Kebutuhan Luar Daerah

Keberhasilan salah satu warga lokal dalam menyediakan hewan kurban untuk presiden ini membawa dampak psikologis yang sangat positif di lingkungan masyarakat. Menurut Marlina Sepa, dengan pembelian sapi dari pemerintah pusat tersebut dapat memotivasi peternak-peternak di Pariaman untuk semakin giat memelihara dan menggemukan sapinya di masa depan.

"Bagi peternak tentu merupakan kebanggan karena sapinya dibeli pemerintah pusat dengan harga yang mahal," katanya menerangkan suasana kebatinan para peternak saat ini.

Dampak dari semangat baru tersebut, lanjutnya, membuat para peternak sapi di Pariaman menyatakan siap memenuhi permintaan kabupaten dan kota lainnya yang sapinya tidak memenuhi syarat yang ditentukan oleh panitia. Selain kelompok peternak, jajaran pengurus masjid dan warga yang menjadi lokasi pemotongan sapi dari presiden juga sangat antusias melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan serta tidak sabar untuk mendapatkan pembagian daging dari hewan kurban tersebut.

Syarat Ketat Hewan Kurban Kepresidenan dan Data Populasi Ternak Pariaman

Menjadi penyedia hewan kurban untuk orang nomor satu di Indonesia tentu bukan perkara mudah karena harus memenuhi standar tinggi. Marlina Sepa menyampaikan syarat sapi untuk menjadi hewan kurban dari presiden yaitu selain umur yang telah mencukupi dan sehat, hewan tersebut juga wajib memiliki berat minimal 800 kilogram ke atas. Kriteria bobot inilah yang membuat pencarian sapi kepresidenan selalu menarik perhatian publik.

Kota Pariaman sendiri sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar dalam memenuhi kebutuhan konsumsi protein hewani, khususnya daging sapi. Sektor peternakan di daerah ini tumbuh dengan tren yang cukup positif dari tahun ke tahun berkat pembinaan berkala.

Marlina Sepa menyebutkan bahwa populasi sapi di Pariaman hingga akhir tahun 2025 sukses mencapai angka 2.657 ekor. Jika kita membedah data total komoditas ternak tersebut, populasinya terdiri dari 1.250 ekor sapi berjenis jantan serta 1.407 ekor sapi berjenis betina.

 

Sumber: