Antisipasi Pencurian Ternak, Polres Pasaman Barat Minta Peternak Perketat Keamanan Kandang

Antisipasi Pencurian Ternak, Polres Pasaman Barat Minta Peternak Perketat Keamanan Kandang

--

SUMBAR.DISWAY.ID — Bagi kamu para peternak dan masyarakat yang sedang mempersiapkan hewan kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah, ada baiknya untuk mulai meningkatkan kewaspadaan. Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pencurian ternak menjelang Idul Adha 1447 Hijriah seiring meningkatnya kebutuhan hewan kurban. Langkah antisipasi dini ini sangat penting agar jerih payah kamu dalam merawat hewan peliharaan tidak raib begitu saja oleh tangan-tangan jahil.

Pihak kepolisian melihat adanya korelasi kuat antara lonjakan permintaan pasar dengan potensi kerawanan tindakan kriminal. Oleh karena itu, para pemilik hewan potong harus menjadi lini pertama dalam menjaga aset berharga mereka.

"Kepada para peternak maupun penjual hewan kurban untuk meningkatkan pengamanan serta pengawasan di kandang ternak khususnya pada malam hari," kata Kepala Polres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto didampingi Kepala Bagian Ops Kompol Fahrel Haris di Simpang Empat, Sabtu.

Tips Mempersempit Ruang Gerak Pelaku Kriminal dan Langkah Patroli Preventif Polisi

AKBP Agung Tribawanto memberikan saran praktis bagi kamu yang memiliki area peternakan. Ia mengatakan pengawasan kandang perlu diperketat dengan memastikan lokasi mudah dijangkau dan dalam keadaan terkunci untuk mempersempit ruang gerak pelaku pencurian. Dengan mengunci pintu area peternakan secara berkala, kamu sudah memangkas kesempatan orang asing untuk masuk.

Kompol Fahrel Haris mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan di Pasar Ternak Simpang Tiga Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, pada Jumat (22/5). Kehadiran petugas di pasar tradisional ini bertujuan untuk memetakan situasi riil di lapangan.

Ia menyebutkan peningkatan permintaan hewan kurban menjelang Idul Adha berpotensi diikuti meningkatnya risiko pencurian ternak. Guna meredam potensi kejahatan tersebut, kepolisian setempat tidak tinggal diam dan langsung menyusun strategi pengamanan yang matang.

Polres Pasaman Barat dan polsek jajaran terus melaksanakan patroli secara preventif di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Idul Adha,” ujarnya memberikan garansi keamanan bagi warga.

Imbauan Pembelian Resmi Melalui Jalur Legal dan Call Center Darurat 24 Jam

Selain menjaga keamanan internal kandang, polisi juga memberikan solusi cerdas bagi kamu para calon pembeli agar terhindar dari masalah hukum di kemudian hari. Pastikan kamu mengetahui asal-usul ternak yang akan kamu pinang sebagai sarana ibadah.

Ia juga mengimbau masyarakat membeli hewan kurban dari tempat penjualan resmi atau sumber yang jelas dan berlegalitas. Membeli dari pedagang resmi akan meminimalkan risiko kamu mendapatkan barang hasil kejahatan atau ternak yang tidak sehat.

Menurut dia, masyarakat dapat menghubungi layanan Polres Pasaman Barat melalui nomor 110 yang tersedia selama 24 jam apabila menemukan gangguan keamanan. Jadi, jika kamu melihat ada gerak-gerik orang mencurigakan di sekitar lingkunganmu pada malam hari, segera telepon nomor darurat tersebut agar petugas bisa langsung meluncur.

Polres Pasaman Barat bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan memastikan ketersediaan serta kesehatan hewan kurban agar layak dikonsumsi masyarakat. Sinergi ini menjamin kelayakan daging yang akan masyarakat bagikan nanti.

"Dari hasil peninjauan dilapangan, ketersediaan hewan kurban jelang Idul Adha tahun ini masih mencukupi dan tidak ditemukan adanya gangguan kesehatan terhadap hewan kurban," sebutnya menenangkan kekhawatiran publik.

Proyeksi Lonjakan Stok Hewan Kurban Pasaman Barat dan Pemeriksaan Kesehatan

Untuk memastikan kondisi fisik hewan benar-benar prima, jajaran dinas terkait sudah menerjunkan tim ahli ke berbagai pelosok daerah. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasaman Barat, Afrizal, mengatakan pihaknya telah menurunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

Ia menyebutkan jumlah hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah belum dapat dipastikan secara mutlak karena proses pendataan masih berjalan. Namun, sebagai bahan perbandingan bagi kamu, pada tahun 2025 lalu tercatat ada 3.149 ekor hewan kurban, yang terdiri atas sapi 2.761 ekor, kerbau 68 ekor, dan kambing 320 ekor.

Sementara itu, tren positif tampaknya akan terjadi pada tahun ini karena pasokan dari peternak lokal mengalami peningkatan. Proyeksi hewan kurban tahun ini diperkirakan mencapai 3.465 ekor, terdiri atas sapi 3.040 ekor, kerbau 75 ekor, dan kambing 350 ekor. Kenaikan angka prediksi ini menjamin bahwa masyarakat tidak perlu cemas akan kekurangan stok untuk kebutuhan ibadah kurban nanti.

 

Sumber: