Kloter Perdana Haji Sumbar Tiba 3 Juni di BIM, Begini Alur Pemulangan Jamaah

Kloter Perdana Haji Sumbar Tiba 3 Juni di BIM, Begini Alur Pemulangan Jamaah

--

SUMBAR.DISWAY.ID - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat (Sumbar) membawa kabar gembira mengenai kepulangan tamu Allah. Jamaah haji kelompok terbang (kloter) perdana Debarkasi Padang terjadwal mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Rabu (3/6) sore ini.

Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, memberikan rincian jadwal tersebut saat berada di Kota Padang pada Selasa kemarin. "Kloter pertama Debarkasi Padang dijadwalkan tiba di BIM pukul 18.15 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-300ER," kata M. Rifki.

Pihak Kemenhaj menerapkan standar operasional yang ketat namun tetap mengutamakan kenyamanan. Skema penyambutan ini mengadopsi pola yang hampir sama dengan momen pemberangkatan lalu. Begitu turun dari tangga pesawat, petugas langsung mengarahkan para jamaah untuk naik ke dalam bus yang sudah bersiap di area apron bandara.

Proses Imigrasi Kilat di Dalam Bus Menuju Asrama

Panitia menyiapkan sebanyak 10 unit bus untuk mengangkut rombongan pertama ini menuju Asrama Haji Debarkasi Padang. Menariknya, jamaah tidak perlu mengantre lama di dalam terminal bandara untuk urusan dokumen. Petugas Imigrasi akan langsung melakukan pemeriksaan sekaligus memberikan stempel resmi pada paspor jamaah di dalam bus sebelum kendaraan bergerak menuju asrama.

Langkah taktis ini sengaja pihak panitia lakukan demi memotong waktu tunggu. "Pengumpulan paspor dilakukan untuk mempercepat proses layanan dan memberikan kenyamanan kepada jamaah yang baru tiba dari perjalanan panjang," ujar Rifki menjelaskan sistem pelayanan cepat tersebut.

Pemeriksaan Suhu Tubuh Melalui Thermal Scanner

Ketika rombongan sampai di Asrama Haji, petugas langsung mengarahkan seluruh jamaah untuk memasuki aula utama. Di lokasi ini, petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan sudah bersiap melakukan skrining medis yang ketat bersama petugas yang mengoperasikan X-Ray untuk barang bawaan.

Tim medis mengandalkan perangkat thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh secara cepat. Alat ini berfungsi memantau kondisi fisik para jamaah pasca menempuh penerbangan jarak jauh dari Arab Saudi. Langkah preventif ini menjadi filter utama kesehatan di asrama.

"Jamaah akan melewati pemeriksaan thermal scanner. Apabila ditemukan suhu tubuh di atas 38 derajat celsius, maka akan dilakukan observasi lebih lanjut oleh petugas," ucap M. Rifki secara tegas terkait protokol kesehatan tersebut.

Penanganan Barang Bawaan dan Prosesi Serah Terima

Agar para jamaah tidak kelelahan dan bisa mengikuti acara penyambutan dengan santai, panitia mengambil alih pengurusan logistik. Rifki menegaskan bahwa seluruh barang bawaan jamaah akan ditangani langsung oleh petugas di lapangan. Fasilitas ini membuat rombongan merasa lebih nyaman dan tenang tanpa harus memikirkan koper mereka.

Sebagai penutup dari rangkaian kepulangan, para jamaah akan mengikuti prosesi serah terima resmi. Petugas kloter bakal menyerahkan tanggung jawab jamaah haji secara kolektif kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang, sebelum akhirnya pihak keluarga menjemput mereka untuk kembali ke kampung halaman masing-masing.

Sumber: