Dee Lestari Bakal Rilis Album Baru, Gandeng Afgan hingga Rendy Pandugo
--
SUMBAR.DISWAY.ID — Kabar gembira datang untuk Anda para pencinta musik tanah air. Musisi sekaligus penulis ternama, Dee Lestari, bersiap merilis album baru yang menjadi album ketiganya dengan tajuk (Jangan) Jatuh Cinta pada 10 Juni 2026 mendatang. Peluncuran karya terbaru ini sekaligus menandai kembalinya sang penyanyi legendaris ke panggung musik setelah sekian lama absen menelurkan koleksi lagu baru.
Berdasarkan keterangan pers yang diterima di Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026, album baru ini merangkum delapan buah lagu pilihan. Melalui proyek ini, Dee Lestari menggandeng kolaborasi bersama sejumlah musisi papan atas Indonesia untuk menghadirkan harmoni yang memikat.
Salah satu kejutan besar dalam album terbaru ini adalah kehadiran lagu duet antara Dee dengan Afgan yang membawakan tembang berjudul "Cuma Satu Nama". Menariknya, Dee menulis lirik lagu tersebut bersama suaminya, mendiang Reza Gunawan. Kehadiran karya ini tentu siap mengobati rasa rindu para penggemar setianya di seluruh Nusantara.
Representasi Dinamika Perjalanan Hati Lewat Warna Musik yang Kaya
Penyanyi yang juga populer sebagai novelis ini memilih kata (Jangan) Jatuh Cinta sebagai judul utama untuk menggambarkan sebuah perjalanan hati manusia yang melewati beragam pengalaman cinta. Dee menyusun kedelapan trek di dalam album ini sedemikian rupa agar bisa merepresentasikan warna-warni serta dinamika emosi yang dialami oleh setiap orang dalam hubungan asmara.
Selain menyajikan lagu tema utama, album terbaru Dee ini juga mencakup sederet karya populer lain seperti "Perahu Kertas" dan "Kabarku". Tidak ketinggalan, lagu legendaris "Hujan Bulan Juni" turut masuk ke dalam daftar putar. Lagu tersebut merupakan karya kolaborasi emas antara Dee Lestari dengan sastrawan Sapardi Djoko Damono, yang awalnya hadir untuk film adaptasi novel "Hujan Bulan Juni" pada tahun 2017 silam.
Melalui kombinasi aransemen baru dan lirik yang puitis, album ini siap membantu para pendengar menemukan solusi emosional atas rumitnya kisah romansa mereka melalui petualangan audio yang berkelas.
Bedah Daftar Delapan Lagu dan Kolaborasi Musisi Hebat
Mari kita bedah secara detail urutan delapan lagu yang mengisi album ketiga ini beserta deretan musisi berbakat yang ikut membidani proses kreatifnya:
-
Urutan Pertama - "(Jangan) Jatuh Cinta": Menjadi lagu pembuka album, musisi Rendy Pandugo bertindak sebagai pengaransemen musik, sementara penyanyi Teddy Adhitya hadir memberikan dukungan vokal.
-
Urutan Kedua - "Patah Hati": Lagu ini hadir dengan irama yang lebih dinamis. Musisi Gala Yudhatama dan Pandji Akbari berkolaborasi menggarap komposisi musiknya.
-
Urutan Ketiga - "Kabarku": Lagu ini sebelumnya telah menyapa pendengar dalam bentuk single. Tim produser Fellow Amateurs yang beranggotakan Mikha Angelo, Yosua Gian, Geddi Jaddi Membummi, dan Nathania S. Alexandra dipercaya mengaransemen tembang ini.
-
Urutan Keempat - "Hujan Bulan Juni": Komposer Gardika Gigih mengemas ulang lagu ini dengan konsep live session. Lantunan vokal Dee mendapat dukungan penuh dari kelompok choir Barsena Bestandhi.
-
Urutan Kelima - "Jadi Udara": Musisi Dimas Wibisana memegang kendali aransemen, sementara vokalis Mocca, Arina Ephipania, hadir meminjamkan suara merdunya sebagai penyanyi latar.
-
Urutan Keenam - "Perahu Kertas": Lagu ikonik ini kembali hadir dengan warna baru melalui sentuhan aransemen yang segar khusus untuk album ini.
-
Urutan Ketujuh - "Cuma Satu Nama": Menjadi trek duet emosional dan penuh kenangan antara Dee Lestari bersama Afgan.
-
Urutan Kedelapan - "Bintang Utara": Lafa Pratomo mengaransemen lagu ini sebagai penutup album yang manis. Lirik lagunya sendiri menceritakan tentang dinamika relasi antara orang tua dan anak, serta bagaimana proses mendalam saat seseorang belajar melepaskan.
Momen Comeback Manis Setelah Vakum dari Industri Rekaman
Kehadiran album (Jangan) Jatuh Cinta ini benar-benar menandai momen kembalinya Dee Lestari ke industri rekaman tanah air setelah bertahun-tahun tidak menelurkan album studio. Catatan sejarah mencatat, Dee terakhir kali merilis album bertajuk Rectoverso pada tahun 2008 yang lalu. Album tersebut merupakan kelanjutan dari karya debut solonya yang berjudul Out of Shell pada tahun 2006.
Meskipun sempat menepi dari studio rekaman, publik mengenal figur Dee secara luas sebagai salah satu penulis buku-buku fiksi paling populer di Indonesia. Dedikasinya di dunia literasi melahirkan banyak mahakarya yang sukses besar di pasaran.
Beberapa karya tulisnya yang sangat terkenal antara lain seri fiksi ilmiah "Supernova" yang merangkum enam buku, novel romantis "Perahu Kertas", serta kisah epik "Aroma Karsa". Selain novel panjang, Dee juga aktif menelurkan buku kumpulan cerita pendek berprestasi, seperti "Filosofi Kopi", "Rectoverso", hingga "Madre". Melalui peluncuran album ketiga di pertengahan tahun 2026 ini, Dee Lestari siap membuktikan kembali taringnya sebagai seniman multitalenta yang piawai merangkai kata dan nada.
Sumber: