Keberangkatan Perdana Jamaah Umrah Sumbar: 393 Orang Diterbangkan ke Madinah

Keberangkatan Perdana Jamaah Umrah Sumbar: 393 Orang Diterbangkan ke Madinah

--

SUMBAR.DISWAY.ID - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat (Sumbar) resmi melepas keberangkatan perdana ratusan calon jamaah umrah asal provinsi setempat. Momentum istimewa ini terjadi justru di saat proses pemulangan jamaah haji ke Tanah Air masih berlangsung aktif.

"Di Sumatera Barat sebanyak 393 peserta umrah diberangkatkan menuju Madinah melalui Bandara Internasional Minangkabau," ujar Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki di Kota Padang, Selasa.

Rombongan jamaah umrah asal Ranah Minang tersebut terbang dari bandara setempat pada Selasa (16/6) dini hari dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Penerbangan perdana ini sekaligus menandai implementasi kebijakan baru yang secara resmi keluar dari Pemerintah Arab Saudi.

Kebijakan Baru Pemerintah Arab Saudi yang Membuka Peluang

Pada musim-musim sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi menetapkan aturan ketat yang hanya mengizinkan penyelenggaraan ibadah umrah berjalan setelah seluruh operasional dan rangkaian ibadah haji benar-benar tuntas. Namun, tahun ini otoritas terkait memberlakukan regulasi yang berbeda. Jamaah umrah kini sudah bisa berangkat ke Tanah Suci meskipun sebagian besar jamaah haji masih berada di Makkah dan Madinah.

Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar menyebut momentum keberangkatan perdana jamaah umrah ini sebagai catatan sejarah baru dalam sistem penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Indonesia secara keseluruhan.

"Hari ini kita sama-sama melepas keberangkatan jamaah umrah perdana 1448 Hijriah dari Padang. Istimewanya, keberangkatan ini menggunakan pesawat yang akan menjemput jamaah haji Indonesia di Madinah," kata M. Rifki menjelaskan kekhasan penerbangan kali ini.

Terobosan Baru Membangun Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah

Langkah memanfaatkan armada penjemput jamaah haji untuk mengangkut rombongan umrah merupakan wujud nyata dari visi besar Kemenhaj. Program strategis ini bertujuan untuk membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang jauh lebih efektif, efisien, serta berkelanjutan.

M. Rifki menguraikan bahwa konsep ekosistem ekonomi haji dan umrah tidak sekadar berfokus pada aspek pelayanan ibadah di lapangan semata. Lebih dari itu, konsep ini menekankan bagaimana seluruh rangkaian operasional mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan.

"Jadi tidak hanya memberangkatkan jamaah, tetapi juga bagaimana setiap proses yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar," ucapnya secara mendalam.

Akhiri Tradisi Puluhan Tahun Pesawat Kosong Tanpa Penumpang

Kebijakan taktis ini sekaligus memecahkan tantangan lama yang terjadi dalam penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Selama puluhan tahun operasional haji bergulir, maskapai penerbangan yang bertolak dari Indonesia untuk menjemput jamaah di Arab Saudi umumnya harus terbang dalam kondisi kosong tanpa satu pun penumpang di dalamnya.

Inovasi pada musim ini berhasil mengubah pola lama tersebut secara total menjadi sebuah sistem operasional yang mendatangkan keuntungan logistik yang tinggi.

"Setelah puluhan tahun penyelenggaraan haji berlangsung, baru kali ini kita menyaksikan pesawat yang disewa untuk operasional haji juga dimanfaatkan untuk membawa jamaah umrah," tutur M. Rifki mengakhiri penjelasannya.

Sumber: