Benteng Keluarga dan Nilai Adat: Pemprov Sumbar Tabuh Genderang Perang Melawan Narkoba dan LGBT

Benteng Keluarga dan Nilai Adat: Pemprov Sumbar Tabuh Genderang Perang Melawan Narkoba dan LGBT

Benteng Keluarga dan Nilai Adat: Pemprov Sumbar Tabuh Genderang Perang Melawan Narkoba dan LGBT--

SUMBAR,DISWAY.ID  – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menegaskan bahwa penyelamatan generasi muda dari ancaman narkoba dan LGBT harus dimulai dari unit terkecil, yaitu lingkungan keluarga, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Langkah ini dinilai krusial demi menjaga anak kemenakan serta memperkuat fondasi adat dan agama yang menjadi jati diri masyarakat Minangkabau.

Pesan kuat tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Arry Yuswandi, yang mewakili Gubernur dalam acara Deklarasi Sumbar Minang Anti Narkoba dan LGBT. Acara tersebut berlangsung meriah di kawasan Car Free Day (CFD) di depan Mapolda Sumbar, Kota Padang, Minggu (21/6).

Dalam sambutannya, Arry mengingatkan bahwa pemberantasan narkoba dan LGBT tidak akan maksimal jika hanya dibebankan kepada pemerintah atau aparat penegak hukum semata.

"Upaya ini membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tokoh adat, alim ulama, bundo kanduang, hingga keluarga. Kita mulai dari rumah kita masing-masing. Jangan sampai ada anggota keluarga kita yang terindikasi narkoba, LGBT, maupun penyakit masyarakat lainnya," ujar Arry.

Ia menambahkan, nilai-nilai luhur adat Minangkabau yang bersendikan agama harus dihidupkan kembali di dalam rumah tangga agar menjadi penyaring alami dari pengaruh negatif luar.

Senada dengan Pemprov, Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Fauzi Bahar Datuak Nan Sati, menyerukan gerakan bersatu untuk melindungi generasi penerus.

Sebagai bentuk keseriusan, Fauzi Bahar meminta pemerintah daerah di seluruh wilayah Sumatera Barat tidak hanya berkomitmen lewat kata-kata, melainkan juga mengambil langkah konkret. Salah satunya dengan mengalokasikan dukungan program dan anggaran khusus yang berkelanjutan untuk memerangi narkoba serta LGBT di daerah masing-masing.

Aksi Massa: Kain Ikrar 1,3 Km dan 10 Ribu Tanda Tangan

Deklarasi ini tidak sekadar menjadi acara seremonial, melainkan diikuti oleh ribuan masyarakat melalui rangkaian aksi simbolis yang kuat:

Subuh Mubarakah: Kegiatan diawali sejak subuh dengan ibadah bersama dan ceramah penguatan moral terkait pencegahan penyakit masyarakat.

Long March: Ribuan peserta melakukan aksi jalan bersama dari Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi menuju Mapolda Sumbar.

Kain Ikrar Sepanjang 1,3 Kilometer: Di lokasi utama, dibentangkan kain putih sepanjang 1,3 km sebagai simbol penolakan bersama.

Petisi 10 Ribu Tanda Tangan: Masyarakat dari berbagai unsur—mulai dari pejabat daerah, aparat, tokoh agama, bundo kanduang, hingga warga umum—membubuhkan tanda tangan di atas kain tersebut sebagai bentuk komitmen nyata menjaga masa depan anak kemenakan.

Sumber: