Pemkab Dharmasraya Salurkan Bantuan Pertanian Rp1,9 Miliar pada Petani
--
SUMBAR.DISWAY.ID - Langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan petani kini datang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar).
Mereka menyalurkan bantuan pertanian berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih padi sekitar 95 ton dengan nilai total mencapai Rp1,9 miar kepada berbagai kelompok tani di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Dharmasraya, Lasmiati, mengungkapkan di Pulau Punjung pada Rabu bahwa program sokongan pemerintah ini memanfaatkan dana yang bersumber dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026.
Kabar baiknya, penyerahan secara simbolis untuk pendistribusian tahap pertama sudah terlaksana oleh Bupati Annisa Suci Ramadhani pada Senin (22/6) yang lalu.
Rincian Distribusi Alsintan dan Benih Padi Multi Tahap
Pihak dinas membagi penyaluran stimulus ini ke dalam beberapa fase agar pemanfaatannya berjalan optimal. Pada penyerahan tahap pertama, pemerintah membagikan 10 unit traktor roda dua, empat unit traktor roda empat, serta benih padi gelombang awal sebanyak 26.900 kilogram.
Pasokan bibit ini akan menyasar areal tanam seluas 1.076 hektare yang dikelola oleh sekitar 59 kelompok tani.
Secara keseluruhan, akumulasi bantuan benih padi untuk musim tanam ini menyentuh angka 95,9 ton. Jumlah tersebut terbagi atas 26,9 ton pada tahap pertama dan 68,9 ton untuk tahap kedua. Dinas Pertanian menjadwalkan penyaluran tahap kedua sebanyak 68.950 kilogram benih untuk lahan seluas 2.258 hektare berjalan pada Agustus 2026 mendatang.
Strategi Modernisasi Guna Menggenjot Produktivitas Lahan
Program besar ini merupakan bagian dari rencana strategis pembangunan pertanian daerah. Pemerintah daerah ingin memperkuat kapasitas produksi lokal sekaligus mempercepat proses modernisasi pertanian secara menyeluruh.
Kehadiran teknologi mekanisasi ini bertujuan agar para petani bisa mengolah lahan dan memulai masa tanam secara lebih cepat, menekan biaya operasional harian, meningkatkan indeks pertanaman, serta mendorong produktivitas tanah.
Selain mesin penunjang, pembagian benih bermutu tinggi ini juga membawa harapan besar agar pertanaman tumbuh lebih seragam dan menghasilkan kualitas terbaik.
Kualitas bibit yang unggul tentunya akan mendongkrak hasil panen serta menaikkan pendapatan para petani secara signifikan.
Lasmiati juga mengingatkan kepada seluruh penerima bahwa bantuan ini bukan sekadar urusan serah terima barang semata, melainkan modal pembangunan jangka panjang.
Indikator kesuksesan program ini berada pada seberapa besar manfaat nyata yang langsung mengalir ke kantong para petani. Oleh karena itu, ia meminta kelompok tani merawat aset bersama ini dengan disiplin demi melahirkan budaya bertani yang maju dan profesional.
Sumber: