Peringatan Harganas ke-33: Gubernur Sumbar Ingatkan Bahaya Fenomena 'Fatherless' di Era Digital
--
SUMBAR,DISWAY.ID – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat berlangsung penuh khidmat, Selasa (30/6/2026). Di balik seremoni tersebut, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan pesan yang mengguncang sekaligus menjadi "alarm darurat" bagi seluruh keluarga di Indonesia terkait krisis pengasuhan di era disrupsi.
Membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Mahyeldi menyoroti tantangan berat yang dihadapi keluarga saat ini akibat gempuran era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).
Gubernur memberikan kritik tajam terhadap fenomena fatherless country, yaitu kondisi di mana seorang ayah hadir secara fisik di rumah, namun absen secara emosional dan psikologis. Menurutnya, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masa depan mustahil meningkat jika beban pengasuhan hanya dibebankan kepada ibu.
"Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless. Saat figur ayah kosong secara emosional, celah tersebut akan segera diisi oleh 'musuh' dalam rumah, yakni gawai dan algoritma digital yang tidak bermoral," tegas Mahyeldi di hadapan para peserta upacara.
BACA JUGA:Robert Lewandowski Hijrah ke MLS dan Bergabung dengan Chicago Fire
BACA JUGA:Anggaran Jangka Panjang Pelatnas Disetujui, PBSI Siap Cetak Generasi Juara Bulu Tangkis Dunia
Mengubah Rumah Menjadi Benteng Pertahanan
Gubernur mengajak para kepala rumah tangga untuk mengambil langkah konkret guna melindungi anak dari cengkeraman dunia digital:
Prioritaskan Kualitas: Letakkan gawai saat berkumpul dan bangun interaksi nyata dengan anak.
Sentuhan Emosional: Peluk anak dan ajak mereka berdialog secara langsung untuk membangun ikatan batin.
Disiplin Layar: Awasi dan batasi screen time anak agar hanya digunakan untuk hal-hal yang produktif.
Mahyeldi menekankan bahwa kelalaian pengasuhan adalah akar dari munculnya berbagai penyakit sosial saat ini, seperti tawuran, perundungan, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba. Anak-anak yang kehilangan "hangatnya rumah" cenderung mencari pelarian semu di jalanan.
"Jadikan rumah sebagai benteng pertahanan terbaik. Jadikan ia tempat yang paling dirindukan, sehingga magnet kehangatan keluarga selalu menarik anak untuk tetap melangkah di jalan yang benar," tambahnya.
Selain penyampaian amanat, momentum Harganas ke-33 ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada ASN Model KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga) tahun 2026. Apresiasi ini diberikan kepada para ASN berprestasi di Sumatera Barat atas dedikasi mereka dalam memperkuat ketahanan keluarga.
Sumber: