Apernas Sumbar Targetkan Hunian Layak bagi Masyarakat Ekonomi Lemah
--
SUMBAR.DISWAY.ID - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas) Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan program 3 juta unit rumah subsidi dari pemerintah pusat. Program strategis nasional ini menyasar masyarakat ekonomi lemah yang berada di berbagai wilayah Sumatera Barat agar memiliki hunian yang aman dan nyaman.
"Kita siap menyukseskan program 3 juta unit rumah subsidi bagi masyarakat ekonomi lemah di Sumbar," kata Ketua DPW Apernas Sumbar Yerno Arsel di Lubuk Basung saat rapat kerja lembaga itu, Selasa.
Yerno menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan program berskala besar ini terletak pada keharmonisan kerja sama antar-sektor. Menurutnya, sinergitas yang kuat antara pihak penyedia rumah, sektor perbankan, dan pemerintah daerah akan mempercepat distribusi rumah yang sehat. Langkah bersama ini bertujuan agar masyarakat ekonomi lemah bisa mendapatkan rumah subsidi yang layak dan asri untuk ditempati.
"Dengan sinergitas itu, maka program 3 juta unit rumah bisa terealisasi nantinya," katanya.
Rekam Jejak Pembangunan Rumah Subsidi di Sumatera Barat
Apernas Sumbar memiliki komitmen nyata yang terlihat dari rekam jejak pembangunan mereka pada tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, Apernas sukses merealisasikan pembangunan rumah subsidi sebanyak 1.000 unit. Ribuan hunian tersebut kini tersebar di berbagai wilayah strategis seperti Kabupaten Agam, Padang, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pariaman, Solok, dan beberapa daerah lainnya.
Memasuki periode tahun berjalan, yaitu sejak Januari sampai pertengahan Juli 2026, realisasi rumah subsidi baru mencapai 500 unit. Meskipun menghadapi berbagai dinamika di lapangan, Apernas optimistis angka ini akan terus bertambah seiring meningkatnya permintaan pasar.
"Apernas paling banyak merealisasi rumah subsidi di Sumbar, karena kita fokus ke rumah sederhana atau subsidi," katanya.
Solusi Strategis Mengatasi Rumah Tidak Layak Huni
Program penyediaan hunian massal ini memerlukan kompetensi tinggi dari para pengembang lokal. Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Apernas, Muhammad Tulus, menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya mempercepat penyedia rumah bagi masyarakat melalui berbagai program strategis nasional. Dalam konteks ini, Apernas wajib memosisikan diri sebagai bagian dari solusi nyata.
"Saya berharap seluruh pengurus Apernas mampu menjadi pengembang yang profesional, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang berkualitas dan terjangkau," ujar dia.
Tulus juga mengimbau seluruh jajaran pengurus untuk memperkuat sinergitas dengan pemerintah daerah, kementerian terkait, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan perumahan berjalan dengan baik. Momentum konsolidasi internal harus menjadi fondasi kokoh untuk aksi nyata di lapangan.
"Mari kita jadikan musyawarah wilayah ini dijadikan sebagai momentum untuk memperkuat organisasi yang melahirkan program realistis dan berdampak," katanya.
Menanggapi gerakan ini, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sumbar, Ahdiyarsyah, menambahkan informasi penting mengenai asal-usul proyek masif ini. Beliau meluruskan bahwa program 3 juta rumah ini merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto.
"Ini merupakan program strategi nasional dimana dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha dan lainnya," katanya.
Ahdiyarsyah juga mengingatkan kembali bahwa keberhasilan dari sisi pelaksanaan perlu kebersamaan baik pemerintah, swasta dan lainnya. Kolaborasi aktif ini memegang peranan krusial dalam rangka mengatasi rumah tidak layak huni di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Barat.
Sumber: