OnePlus Dikabarkan Bakal Hengkang dari Amerika Serikat dan Eropa Akhir Pekan Ini

OnePlus Dikabarkan Bakal Hengkang dari Amerika Serikat dan Eropa Akhir Pekan Ini

--

SUMBAR.DISWAY.ID - Pasar ponsel pintar global kini sedang menghadapi kabar yang mengejutkan. Jenama ponsel pintar ternama, OnePlus, dilaporkan akan segera menghentikan seluruh operasional bisnisnya di wilayah Amerika Serikat dan Eropa pada pekan ini. Langkah drastis ini mencuat sebagai bagian dari program restrukturisasi bisnis skala besar yang tengah berjalan di bawah kendali perusahaan induk mereka, Oppo.

Berdasarkan laporan media teknologi Tech Crunch pada Rabu (15/7) waktu setempat, informasi ini berasal dari sumber internal perusahaan yang valid. Tidak hanya meninggalkan wilayah Barat, sumber tersebut juga memaparkan bahwa OnePlus bakal hengkang dari India. Padahal, selama ini India selalu menjadi salah satu pilar pasar terbesar bagi jenama tersebut di luar basis utama mereka di China.

Perjalanan OnePlus dan Dinamika Persaingan Pasar Gadget

Pasangan inovator teknologi, Pete Lau dan Carl Pei, pertama kali mendirikan OnePlus pada tahun 2013. Sejak awal berdiri, mereka memiliki visi yang kuat untuk menghadirkan jajaran ponsel Android berperforma tinggi, namun tetap menawarkan harga yang relatif terjangkau bagi kantong konsumen. Filosofi bisnis ini sukses memikat hati para pencinta gawai di berbagai belahan dunia.

Seiring berjalannya waktu, korporasi terus memperluas portofolio produknya untuk menjangkau berbagai segmen pasar yang berbeda. Langkah ekspansi tersebut berhasil mendorong peningkatan permintaan global secara signifikan selama bertahun-tahun.

Meskipun Carl Pei akhirnya memutuskan keluar pada tahun 2020 untuk mendirikan perusahaan teknologi baru bernama Nothing, OnePlus tidak menghentikan inovasinya. Mereka terus aktif mengembangkan berbagai lini produk terbaru, termasuk meluncurkan seri Nord yang khusus menyasar segmen kelas menengah dengan harga kompetitif.

Badai Krisis Chip Memori Global Memukul Kinerja Oppo

Kabar mengejutkan mengenai mundurnya OnePlus dari pasar Amerika Serikat dan Eropa sejatinya muncul di tengah situasi sulit yang sedang melanda industri ponsel pintar global. Sejumlah lembaga riset pasar terkemuka, seperti IDC dan Counterpoint Research, sebelumnya sudah memprediksi bahwa pengiriman ponsel pintar secara global akan anjlok lebih dari 13 persen pada tahun 2026. Penurunan ini terjadi akibat terbatasnya pasokan chip memori di tingkat global yang kemudian memicu lonjakan harga komponen secara berantai.

Kondisi kelangkaan tersebut pada akhirnya turut memengaruhi daya beli dan menekan permintaan konsumen terhadap produk ponsel baru di berbagai negara. Tekanan pasar ini berimbas langsung pada performa bisnis perusahaan induknya. Counterpoint Research dalam laporan terbarunya mencatat bahwa volume pengiriman perangkat Oppo mengalami penurunan hingga dua digit secara tahunan (year-on-year) pada kuartal kedua tahun 2026. Tren negatif ini terjadi akibat melemahnya permintaan pasar di sebagian besar wilayah operasional utama mereka.

Kendati harus menarik diri dari pasar internasional yang luas, Oppo dilaporkan masih akan tetap mempertahankan kehadiran dan penjualan OnePlus di pasar domestik China. Selain itu, manajemen Oppo juga memilih untuk terus memperluas strategi pemasaran merek naungan mereka yang lain, yaitu Realme, di sejumlah pasar internasional. Salah satu targetnya adalah kawasan Nordik yang sejauh ini dinilai masih menunjukkan kinerja penjualan yang positif.

Sumber: