Tekan Biaya Pakan Ternak, Tim UNP Kembangkan Budidaya Azolla di Pesisir Selatan
Tim Pengabdian UNP mendampingi warga Nagari Surantih praktik budidaya Azolla microphylla.-Dok. Istimewa-
SUMBAR.DISWAY.ID – Tim Pengabdian Universitas Negeri Padang (UNP) mengembangkan budidaya Azolla microphylla sebagai pakan alternatif bagi ternak itik dan ikan di Nagari Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan. Program tersebut menjadi salah satu upaya mendorong masyarakat memanfaatkan sumber daya lokal untuk menekan biaya pakan sekaligus meningkatkan produktivitas usaha peternakan dan perikanan Rabu (29/7/2026)
Kegiatan itu dilaksanakan melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) yang berfokus pada penerapan hasil riset agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain menyediakan pakan berprotein tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau, program ini juga mendorong pengembangan usaha budidaya yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan pengabdian dipimpin dosen Departemen Pendidikan Nonformal Fakultas Ilmu Pendidikan UNP, Ciptro Handrianto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., bersama anggota tim Dr. Akrimulah Mubai, M.Pd.T. dari Fakultas Teknik, Dr. Vevi Sunarti, M.Pd. dari Fakultas Ilmu Pendidikan, dan Dr. Rahmawati D., M.Pd. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
BACA JUGA:Digembleng 24 Hari, 65 Pelajar Terbaik Padang Panjang Siap Bertugas di HUT RI
Program tersebut juga melibatkan alumni serta mahasiswa UNP, dengan menggandeng Ketua Kelompok Tani Murni Sungai Sirah, Busril, sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat tidak hanya memperoleh materi mengenai manfaat Azolla microphylla, tetapi juga mengikuti pelatihan dan praktik langsung mengenai teknik budidayanya. Tanaman air tersebut dikenal memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga berpotensi menjadi pakan alternatif bagi itik dan ikan serta mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial.
"Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh pelatihan dan praktik langsung membudidayakan Azolla microphylla. Tanaman air ini dikenal memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk itik dan ikan, sekaligus membantu mengurangi ketergantungan pada pakan komersial," ujar Ciptro Handrianto.
Selain memperkenalkan teknik budidaya, tim pengabdian juga mengenalkan konsep zero-waste farming atau pertanian tanpa limbah. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat didorong memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara lebih efisien sehingga usaha peternakan dan perikanan dapat berkembang dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
BACA JUGA:Cepat dan Akuntabel! Wako Hendri Arnis Buka Bimtek Pemulihan Pascabencana di Padang Panjang
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, mulai dari sesi penyampaian materi hingga praktik budidaya. Tim pengabdian UNP juga berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan agar masyarakat mampu mengembangkan budidaya Azolla microphylla secara mandiri dan berkelanjutan.
Ciptro Handrianto menambahkan, kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penerapan hasil penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program Pengabdian UNP Berdampak ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, sekaligus memperkuat pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang berkelanjutan.
Sumber: