Kolesterol Tinggi pada Orang Kurus: Dokter Spesialis Jantung Ungkap 4 Penyebab Utamanya

Kolesterol Tinggi pada Orang Kurus: Dokter Spesialis Jantung Ungkap 4 Penyebab Utamanya

--

SUMBAR.DISWAY.ID - Banyak orang menganggap bahwa kadar kolesterol tinggi hanya mengintai pemilik berat badan berlebih. Padahal, kenyataan di lapangan menunjukkan orang bertubuh kurus pun memiliki risiko yang sama besarnya.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP, mengungkapkan sedikitnya ada empat faktor yang dapat menyebabkan orang bertubuh kurus mengalami kolesterol tinggi, mulai dari faktor genetik hingga penumpukan lemak di rongga perut.

"Jadi memang banyak faktor yang menyebabkan orang kurus mengalami kolesterol tinggi. Tidak hanya karena pola makan, tetapi juga dipengaruhi faktor keturunan maupun distribusi lemak di tubuh," kata Susetyo dalam sesi edukasi media yang digelar di Jakarta, Kamis.

Faktor Genetik dan Pengaruh Pola Makan Kurang Sehat

Penyebab pertama yang dapat menimpa siapa saja adalah faktor genetik atau familial hypercholesterolemia (FH). Kelainan bawaan ini membuat kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat tetap tinggi meski seseorang memiliki berat badan normal.

"Ini penyakit genetik. Jadi meskipun badannya kurus, kadar kolesterol LDL bisa tetap tinggi," ujarnya.

Faktor kedua berakar dari pola makan yang kurang sehat, terutama kebiasaan mengonsumsi makanan yang digoreng atau mengandung lemak jenuh serta lemak trans dalam jumlah berlebih. Menurut Susetyo, pola makan buruk tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL sehingga memperbesar risiko terbentuknya plak di pembuluh darah.

Kurang Aktivitas Fisik dan Ancaman Obesitas Sentral

Selain faktor keturunan dan asupan makanan, kurangnya aktivitas fisik menjadi penyebab ketiga yang memicu kolesterol tinggi pada orang bertubuh kurus. Aktivitas fisik yang rendah dapat mengganggu metabolisme lemak tubuh sehingga kadar kolesterol jahat pun meningkat.

Penyebab keempat yang tak kalah berbahaya adalah Obesitas Sentral atau penumpukan lemak viseral di dalam rongga perut. Menurut Susetyo, kondisi ini dapat terjadi pada orang dengan indeks massa tubuh normal sehingga tidak selalu terlihat jelas dari bentuk fisik luar.

"Jadi jangan hanya melihat angka di timbangan. Bisa saja berat badannya normal, tetapi lemak di rongga perutnya banyak," katanya.

Ia menjelaskan bahwa indikator Obesitas Sentral pada populasi Asia ditandai dengan ukuran lingkar pinggang lebih dari 90 sentimeter pada pria dan lebih dari 80 sentimeter pada perempuan.

Sebab itu, dr. Susetyo mengimbau masyarakat agar tidak hanya memperhatikan berat badan saja. Setiap individu perlu menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Sumber: