Gandeng CXMT, Xiaomi 18 Fold Jadi Pionir Penggunaan Chipset dan Memori Mutakhir

Gandeng CXMT, Xiaomi 18 Fold Jadi Pionir Penggunaan Chipset dan Memori Mutakhir

Xiaomi 18 Series Kantongi Sertifikasi EEC, Ubah Pola Rilis Global Lebih Cepat?--

SUMBAR,DISWAY.ID - Xiaomi 18 Fold segera mencetak sejarah sebagai ponsel pintar pertama di dunia yang mengusung memori Low Power Double Data Rate 6 (LPDDR6). Perangkat lipat terbaru besutan raksasa teknologi asal China tersebut dijadwalkan meluncur pada September 2026.

Pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun, mengonfirmasi penggunaan teknologi mutakhir itu melalui unggahan resminya di Weibo. Ia sekaligus menyampaikan apresiasi kepada CXMT, perusahaan semikonduktor asal China yang memproduksi DRAM, atas keberhasilan mereka memproduksi massal memori LPDDR6.

Lei Jun mengungkapkan bahwa cip buatan Xiaomi, XRING O3, memegang status sebagai silikon pertama di industri yang memberikan dukungan penuh terhadap standar memori baru tersebut. Xiaomi sendiri baru saja memperkenalkan cip XRING O3 ke publik pada 24 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan tengah tahunan CXMT yang dikutip dari Gizmochina dan IT Home, memori LPDDR6 membawa peningkatan performa yang sangat masif dibandingkan generasi sebelumnya, LPDDR5X. Lonjakan kemampuan tersebut berkat perbaikan signifikan pada arsitektur serta sistem transfer data.

Memori LPDDR6 buatan CXMT mampumencatatkan kecepatan transfer data hingga 12.800 Mbps. Selain itu, cip memori canggih ini tersedia dalam pilihan kapasitas hingga 16 GB per keping.

Pihak CXMT saat ini sudah mendistribusikan sampel memori tersebut kepada para pelanggan utama untuk menjalani tahap pengujian lanjutan. Perusahaan yang berambisi menyaingi dominasi produsen memori global seperti Samsung dan SK Hynix itu kini tengah menggenjot kapasitas produksi massal.

Kehadiran teknologi memori berkecepatan tinggi ini memberikan dampak langsung bagi performa perangkat. Ponsel dapat menjalankan berbagai aplikasi dengan jauh lebih lancar, mempercepat waktu buka aplikasi, serta menangani fitur-fitur kecerdasan buatan (AI) secara lebih efisien.

Sumber: