Pemprov Sumbar Perkuat Transformasi Digital Pemerintahan, ASN Didorong Tingkatkan Kompetensi

Pemprov Sumbar Perkuat Transformasi Digital Pemerintahan, ASN Didorong Tingkatkan Kompetensi

Pemprov Sumbar Perkuat Transformasi Digital Pemerintahan, ASN Didorong Tingkatkan Kompetensi--

SUMBAR,DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memperkuat transformasi digital di lingkungan pemerintahan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Arsitektur Pemerintah Digital, Manajemen Layanan Digital Pemerintah, dan Kompetensi Digital Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kegiatan tersebut resmi digelar pada Selasa, 1 September 2026, di Aula BAPPEDA, Padang. Bimtek dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Asisten Deputi Manajemen Transformasi Digital Pemerintah Kementerian PANRB Fahmi Alusi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Sumbar Rudy Rinaldy, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumbar, Pemerintah Kota Bengkulu, dan pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

Bimtek ini digelar sebagai upaya menyelaraskan arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), memperkuat manajemen layanan digital yang terpadu, sekaligus meningkatkan kompetensi dan pola pikir digital ASN.

Penguatan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan Indeks Pemerintah Digital (Pemdi) Sumatera Barat sekaligus memastikan transformasi digital memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Medi Iswandi mengatakan perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut pemerintah untuk terus beradaptasi. Menurutnya, digitalisasi pemerintahan kini telah menjadi kebutuhan dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan, dan terintegrasi.

"Transformasi digital pemerintahan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat menuntut pemerintah untuk terus beradaptasi dalam memberikan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat," ujar Medi.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menjalankan transformasi tersebut. Menurutnya, teknologi yang canggih tidak akan optimal tanpa ASN yang memiliki kemampuan beradaptasi dan berinovasi.

"Keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. ASN dituntut tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga beradaptasi, berinovasi, serta menjaga keamanan informasi," katanya.

Sementara itu, Fahmi Alusi menyoroti perlunya perubahan paradigma dalam tata kelola pemerintahan digital di daerah. Ia mendorong seluruh instansi meninggalkan pola kerja yang sektoral dan membangun ekosistem digital yang saling terhubung.

"Kita harus beralih dari 'egosystem' menuju ekosistem. Ekosistem Pemerintah Digital (e-PEMDI) merupakan kerangka kerja kolaboratif yang menyatukan layanan, data, teknologi, keamanan, dan tata kelola agar seluruh instansi dapat bekerja secara terpadu demi menciptakan nilai publik," ungkap Fahmi.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Diskominfotik Sumbar Rudy Rinaldy menjelaskan bahwa transformasi digital di Sumatera Barat diarahkan pada penguatan integrasi layanan publik sekaligus pemetaan berbagai kesenjangan dalam tata kelola digital.

Menurut Rudy, keberhasilan transformasi tidak semata-mata diukur berdasarkan pencapaian indeks, tetapi harus terlihat dari peningkatan kualitas layanan yang dirasakan masyarakat.

"Transformasi digital di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tidak sekadar berpatokan pada pengukuran indeks, melainkan harus berdampak nyata pada hadirnya layanan publik digital yang terintegrasi," tegas Rudy.

Sumber: