Hadapi Pemotongan TKD, Irman Gusman Dorong Padang Panjang Gaet Potensi Perantau
Anggota DPD RI Irman Gusman saat bertemu dengan Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra di Rumah Dinas-Dok. Istimewa-
SUMBAR.DISWAY.ID -- Anggota DPD RI Irman Gusman menyebut perantau sebagai salah satu kekuatan besar yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan Kota Padang Panjang, terutama di tengah keterbatasan kemampuan fiskal Pemerintah Daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang, Kamis (3/9/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra dan Pj. Sekdako Kuartini Deti Putri.
Irman mengatakan, kemampuan fiskal setiap daerah berbeda-beda. Terlebih dengan adanya pengurangan Transfer ke Daerah (TKD), Pemerintah Daerah tidak dapat sepenuhnya mengandalkan APBD dalam membiayai berbagai program pembangunan.
BACA JUGA:Borong Juara Kategori, Padang Panjang Raih Juara Umum Gerakan PKK Sumbar 2026
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut Pemerintah Daerah untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki, salah satunya melalui penguatan peran perantau.
“Kekuatan Sumatera Barat adalah perantau. Kekuatan perantau harus diperkuat. Kita majukan Padang Panjang dan Sumbar,” ujarnya.
Ia menilai, perantau asal Padang Panjang memiliki kepedulian, jejaring, serta kemampuan yang dapat dikolaborasikan untuk mendukung pembangunan daerah. Potensi tersebut, katanya, juga menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan upaya pengentasan kemiskinan di Sumatera Barat.
Irman menyatakan kesiapannya membantu membuka akses dan jejaring yang dimilikinya di tingkat nasional untuk kepentingan pembangunan Padang Panjang. Bahkan, ia mempersilakan fasilitas kantornya yang berada di Jakarta dan Padang untuk dimanfaatkan Pemerintah Daerah sesuai kebutuhan.
BACA JUGA:Anshori Djausal dan “Kayu Ara”: Merawat Warisan Pengetahuan Lampung Lewat Seni Kontemporer
“Kalau ada yang bisa kami bantu, kita bantu. Jejaring yang kami punya di tingkat nasional juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan Padang Panjang,” katanya.
Selain persoalan pembangunan, Irman juga menekankan pentingnya perubahan orientasi pelayanan Pemerintah. Menurutnya, Pemerintah harus terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia mengibaratkan hal tersebut dengan filosofi pelayanan di rumah makan Padang, di mana pelanggan memiliki ruang untuk menyampaikan ketidakpuasan terhadap pelayanan yang diterimanya.
“Kalau ada yang tidak puas, sampaikan. Pemerintah juga harus seperti itu, terbuka menerima kritik dan masukan masyarakat,” ujarnya.
BACA JUGA:Gubernur Sumbar Adukan Kelangkaan Solar ke COO Danantara Dony Oskaria
Sumber: