Ini Cara Efektif Mengurangi Paparan Abu Vulkanik, Lindungi Saluran Pernapasan
--
SUMBAR.DISWAY.ID - Masyarakat yang tinggal di kawasan terdampak sebaran debu erupsi gunung berapi perlu menerapkan serangkaian tindakan pencegahan untuk meminimalkan dampak buruk abu vulkanik bagi kesehatan tubuh.
"Abu ini membuat saluran napas menjadi teriritasi. Butirannya sangat halus, jadi bisa terhirup sampai ke dalam paru dan memicu batuk serta sesak," kata Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K) di Jakarta, Selasa.
"Pada sebagian orang, risiko infeksi saluran napas juga meningkat," kata dokter spesialis paru-paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.
Dia menganjurkan warga untuk memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan di daerah yang terdampak persebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
"Kenakan masker ya bila beraktivitas di luar rumah. Sebaran abu Anak Krakatau kini mencakup sebagian Jakarta, Banten dan Jawa Barat," katanya.
Apabila masker yang dipakai sudah kotor, maka sebaiknya segera diganti dengan yang baru.
Dokter Erlina menyampaikan, masker yang sudah kotor sebaiknya dibasahi sebelum dibuang guna mencegah abu yang menempel berterbangan lagi di udara.
Selain itu, dia mengemukakan langkah-langkah yang dapat dijalankan untuk mengurangi paparan abu vulkanik di rumah dan lingkungan sekitar.
Langkah Tepat Membersihkan Rumah dari Paparan Debu Vulkanik
Pekarangan dan lingkungan rumah sebaiknya disiram air sebelum disapu guna mencegah debu dan abu vulkanik bertebaran di udara.
"Hal yang sama juga berlaku untuk bagian dalam rumah. Kaca jendela, kusen, daun pintu, sebaiknya dibasahi lebih dulu baru dilap," kata dr. Erlina.
"Hindari (penggunaan) kemoceng dan sapu kering, karena keduanya hanya memindahkan abu dari permukaan ke udara yang kita hirup," ia menambahkan.
Dokter Erlina mengatakan bahwa sebagian besar masalah kesehatan yang terjadi akibat paparan abu vulkanik bisa membaik dengan sendirinya setelah persebaran abu vulkanik berhenti, jadi tidak perlu terlalu panik dalam menghadapinya.
Perlindungan Ekstra bagi Kelompok Rentan dan Penanganan Medis
Gangguan yang lebih berat seperti luka pada mata atau masalah paru-paru, menurut dia, biasanya terjadi pada individu yang terus-menerus menghirup udara berdebu tanpa pelindung dalam jangka panjang, bukan orang terpapar hujan abu selama beberapa hari.
Kendati demikian, ia menyampaikan pentingnya penerapan upaya pelindungan bagi individu rentan seperti anak-anak, warga lansia, ibu hamil, dan orang dengan asma atau penyakit pernapasan menahun.
Orang-orang yang lebih rentan mengalami masalah kesehatan akibat paparan abu vulkanik seperti mereka, menurut dia, lebih baik mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memakai pelindung saat keluar rumah.
"Cukup lakukan hal-hal sederhana itu dengan konsisten. Namun, bila sesak memberat, mata terasa nyeri dan penglihatan mengabur, atau keluhan tak juga mereda dalam beberapa hari, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat ya," katanya.
Sumber: