Lestarikan Warisan Budaya, Warga Lubuak Anau Pasbar Masak 500 Batang Lamang Basamo
Suasana gotong royong warga Lubuak Anau Pasaman Barat saat memasak 500 batang lamang dalam tradisi malamang basamo.-Dok. Istimewa-
SUMBAR.DISWAY.ID -- Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mendukung pelestarian tradisi leluhur sebagai warisan budaya takbenda. Sebanyak 500 batang lamang dimasak bersama masyarakat Kampung Lubuak Anau, Kecamatan Kinali, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Masjid Raya Lubuak Anau ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dan melestarikan tradisi malamang yang diwariskan turun-temurun.
Kegiatan dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, staf ahli, kepala OPD, camat, Forkopimca, dan tokoh masyarakat.
BACA JUGA:Pastikan Higienis dan Bergizi, Satgas MBG Padang Panjang Evaluasi 7 Dapur SPPG
Bupati Pasaman Barat melalui Kepala Dinas Pariwisata Afrizal mengapresiasi niniak mamak dan masyarakat Lubuak Anau yang terus mempertahankan tradisi malamang. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki nilai budaya, sosial, dan keagamaan yang kuat.
"Kami memberikan apresiasi kepada niniak mamak dan masyarakat Lubuak Anau yang melaksanakan malamang sebanyak 500 batang. Selain untuk memperingati dan meneladani Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi upaya menjaga tradisi yang dapat kita kategorikan sebagai warisan budaya takbenda," ujarnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto yang menyaksikan langsung proses malamang juga memberikan apresiasi, khususnya kepada kaum perempuan yang terlibat. Ia menilai pelaksanaan malamang bersama menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat.
Sifrowati berharap tradisi tersebut terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi kecamatan lain.
BACA JUGA:Mendagri Tito dan Gubernur Mahyeldi Sepakat IMT-GT Harus Hasilkan Proyek Konkret untuk Warga
"Pasaman Barat memiliki sejumlah warisan budaya takbenda yang telah diakui secara nasional, seperti Maapam dan Tari Salapan. Jika kegiatan seperti ini dapat menginisiasi seluruh kecamatan, bukan tidak mungkin ke depan kita bisa membuat malamang basamo dalam skala yang lebih besar, misalnya mencapai 2.000 batang," katanya.
Sementara itu, Niniak Mamak Sinaro Nan Panjang Lubuak Anau Kinali, Daliyus K menjelaskan malamang basamo tahun ini secara khusus dilaksanakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
"Biasanya malamang dilakukan di rumah-rumah masyarakat. Sekarang kami melakukannya bersama-sama di lingkungan masjid dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW," jelasnya.
Pengurus Masjid Raya Lubuak Anau, Syafrial, mengatakan malamang 500 batang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi. Kegiatan diawali memasak lamang bersama dan penyembelihan sapi di sekitar masjid.
BACA JUGA:Transformasi Sukses! Raphinha Nyaman Jadi Penyerang Tengah dan Rajin Cetak Gol untuk Barcelona
Sumber: