Guru PAI Dituntut Adaptif di Era Digital, Disdikbud Agam Perkuat Kompetensi
Disdikbud Kabupaten Agam latih 60 guru PAI SMP guna tingkatkan kompetensi pedagogik, profesionalisme, serta pemanfaatan teknologi di era digital.-Dok. Istimewa-
SUMBAR.DISWAY.ID -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam memperkuat kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang SMP melalui pelatihan yang digelar di Aula Disdikbud Agam, Selasa (29/9/2026). Kegiatan bertema “Guru PAI Profesional, Teladan Sepanjang Masa” tersebut diikuti sekitar 60 Guru PAI SMP se-Kabupaten Agam.
Mewakili Kepala Disdikbud Agam, Aslim, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Disdikbud membuka kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Agam, Mursal Asmir, S.Ag., S.H., M.H.
Dalam sambutannya, Sekretaris Disdikbud Agam menekankan pentingnya guru mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan bagi peserta didik.
BACA JUGA:Palai Baluik Khas Solok Selatan, Kuliner Belut Pedas yang Menggugah Selera
“Guru harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Saat ini kita berada pada era teknologi yang berkembang sangat cepat dan canggih. Karena itu, kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Ia juga mendorong guru PAI di sekolah umum menghadirkan inovasi pembelajaran agama agar mampu memenuhi kebutuhan peserta didik sekaligus meningkatkan kepercayaan orang tua terhadap pendidikan agama di sekolah umum.
“Harapan kita, pelatihan ini melahirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi murid, sekolah, maupun lingkungan. Guru PAI memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak mulia,” katanya.
Sementara itu, Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Agam, Syukria, S.Kom., mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru, meliputi pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesionalisme.
BACA JUGA:Kemenpar Soroti Keselamatan Wisata Gunung Berapi, SOP hingga Jalur Evakuasi Harus Siap
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mengembangkan potensi utama yang dimiliki guru, baik dari sisi pedagogik, sosial, kepribadian maupun profesionalisme,” jelasnya.
Ia menambahkan, guru juga diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang menarik, relevan dengan perkembangan zaman, dan tetap mengedepankan nilai-nilai keagamaan.
Sumber: