Ampiang Parak Raih Tsunami Ready UNESCO, Wabup Risnaldi Ajak Masyarakat Perkuat Kesiapsiagaan

Ampiang Parak Raih Tsunami Ready UNESCO, Wabup Risnaldi Ajak Masyarakat Perkuat Kesiapsiagaan

Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Sestama BNPB Rustian secara simbolis menyerahkan Sertifikat Tsunami Ready UNESCO di Pariaman.-Dok. Istimewa-

SUMBAR.DISWAY.ID -- Nagari Ampiang Parak, Kabupaten Pesisir Selatan, meraih Sertifikat Tsunami Ready UNESCO sebagai pengakuan atas upaya dan kesiapan masyarakat serta pemerintah nagari dalam menghadapi ancaman bencana tsunami.

Sertifikat tersebut diserahkan dalam kegiatan Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi dan Tsunami 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar di Lapangan Josal Football Academy, Cubadak Air Utara, Kota Pariaman, Rabu (30/9/2026).

Penyerahan Sertifikat Tsunami Ready UNESCO tersebut diberikan kepada dua desa/nagari, yakni Desa Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan Nagari Ampiang Parak, Kabupaten Pesisir Selatan.

BACA JUGA:Laba Tembus Rp5,3 Triliun, Mesin Pertumbuhan BSI Makin Moncer

Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Utama (Sestama) BNPB RI Rustian, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim, Kalaksa BPBD Sumbar Armen beserta jajaran, serta unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan kebencanaan lainnya.

Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim mengatakan, pengakuan Tsunami Ready UNESCO yang diterima Nagari Ampiang Parak merupakan capaian penting bagi Pesisir Selatan sekaligus menjadi pengingat agar kesiapsiagaan masyarakat terus diperkuat.

Menurut Risnaldi, status Tsunami Ready bukan sekadar penghargaan, tetapi merupakan bentuk pengakuan atas kesiapan masyarakat dan pemerintah nagari dalam menghadapi ancaman tsunami.

“Kesiapsiagaan harus menjadi budaya bersama. Masyarakat harus memahami risiko, mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul, serta mampu bergerak cepat ketika terjadi bencana,” ujar Risnaldi.

BACA JUGA:Prediksi Line-up Belanda vs Serbia: Tanpa Gakpo, Oranje Andalkan Ketajaman Mexx Meerdink

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pemenuhan indikator Tsunami Ready di Nagari Ampiang Parak, mulai dari pemerintah nagari, masyarakat, BPBD, pemerintah daerah hingga para mitra kebencanaan.

Risnaldi menekankan, kesiapsiagaan tidak boleh berhenti setelah diterimanya sertifikat. Pengetahuan masyarakat mengenai risiko bencana, jalur evakuasi, titik kumpul serta langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa dan tsunami perlu terus diperkuat.

Sementara itu, Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi dan Tsunami 2026 dilaksanakan sebagai langkah untuk meningkatkan kapasitas, koordinasi, komunikasi dan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana gempabumi dan tsunami.

Rangkaian gladi meliputi Table Top Exercise (TTX), Command Post Exercise (CPX), dan Field Training Exercise (FTX). Latihan tersebut menguji mekanisme penanganan keadaan darurat, mulai dari koordinasi hingga respons di lapangan.

BACA JUGA:Final FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Usung Misi Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun Kontra Thailand

Sumber: