Aksi Bela Palestina di Sumbar, Rp1,67 Miliar Terkumpul Plus Emas dan Perak
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyerahkan donasi secara simbolis kepada Duta Besar Palestina H.E. Mr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al Sattari-Dok. Istimewa-
SUMBAR.DISWAY.ID -- Dukungan masyarakat Sumatera Barat untuk Palestina diwujudkan dalam aksi nyata. Dalam Aksi Bela Palestina di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (4/10/2026), donasi yang terkumpul mencapai Rp1.677.299.899, ditambah 0,5 emas, 10 gram perak, 32 ringgit, dan 10 riyal.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut berdonasi, mulai dari OPD Pemprov Sumbar, Bank Nagari, instansi vertikal hingga masyarakat Sumatera Barat.
“Terima kasih kepada seluruh OPD Pemprov Sumatera Barat, Bank Nagari, instansi vertikal dan seluruh masyarakat Sumatera Barat yang telah memberikan donasi untuk Palestina,” kata Mahyeldi.
BACA JUGA:Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Tarusan, Wabup Risnaldi Dorong Kawasan Terpadu
Terkhusus apresiasi gubernur Mahyeldi kepada QUPRO Indonesia yang aktif menggalang solidaritas, dalam Aksi Bela Palestina telah mendukung aksi sehingga tersekengganya acara ini.
Menurut Mahyeldi, besarnya donasi tersebut menunjukkan kepedulian masyarakat Sumbar terhadap perjuangan dan kondisi kemanusiaan yang dihadapi rakyat Palestina.
Aksi solidaritas tersebut digelar dalam rangkaian Hari Jadi Sumatera Barat ke-81 dan dihadiri Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia H.E. Mr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al Sattari, Bang Onim, Opick Tombo Ati, serta Izzatul Islam.
Mahyeldi kemudian mengaitkan aksi solidaritas tersebut dengan sejarah panjang perjuangan Sumatera Barat. Ia menjelaskan, 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Jadi Sumbar karena bertepatan dengan pengambilalihan kembali Keresidenan Sumatera Barat dari pemerintahan Jepang pada 1 Oktober 1945.
BACA JUGA:Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
“Ini dilandaskan dari peristiwa diambil alihnya Residen Sumatera Barat dari pemerintahan Jepang. Maka dari situlah 1 Oktober dijadikan sebagai Hari Jadi Sumatera Barat,” ujarnya.
Ia mengatakan perjalanan bangsa Indonesia diwarnai berbagai tantangan terhadap keutuhan NKRI. Karena itu, semangat perjuangan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Perjalanan bangsa ini sudah begitu panjang, dan kita telah mengalami tantangan demi tantangan,” katanya.
Mahyeldi menegaskan Sumatera Barat memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah Indonesia dengan melahirkan banyak tokoh dan pejuang bangsa, di antaranya Agus Salim, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Mohammad Natsir dan Mohammad Yamin.
BACA JUGA:Wabup Risnaldi Lepas 726 Kontingen Pessel Berlaga di Porprov XVI Sumbar 2026
Sumber: