Bongko Palinggam, Jajanan Khas Padang yang Selalu Diburu Saat Ramadan

Bongko Palinggam, Jajanan Khas Padang yang Selalu Diburu Saat Ramadan

--

SUMBAR.DISWAY.ID - Di antara beragam jajanan yang hadir saat Ramadan di Kota Padang, Bongko Palinggam menjadi salah satu kuliner tradisional yang tetap bertahan berkat resep keluarga yang diwariskan selama tiga generasi.

Jajanan khas ini diproduksi oleh satu keluarga di Jalan Palinggam 2 Nomor 8, Kelurahan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Meski hanya tersedia selama bulan Ramadan, masyarakat tetap memburu Bongko Palinggam untuk menjadi menu berbuka puasa.

Sebenarnya, nama makanan ini hanya Bongko. Namun, karena keluarga pembuatnya berada di kawasan Seberang Palinggam, masyarakat mengenalnya dengan sebutan Bongko Palinggam.

Sekilas, makanan ini menyerupai cendol. Meski demikian, Bongko Palinggam memiliki tekstur kenyal dengan perpaduan rasa santan dan gula merah yang menjadi ciri khasnya.

Bongko Palinggam, Resep Keluarga yang Bertahan Tiga Generasi

Bongko Palinggam memiliki keunikan karena keluarga pembuatnya mempertahankan tradisi produksi secara turun-temurun. Hingga kini, jajanan tersebut tetap menjadi pilihan masyarakat untuk berbuka puasa, meskipun penjualannya hanya berlangsung selama Ramadan.

Kebiasaan menjual Bongko Palinggam pada bulan puasa berawal dari pesan nenek dalam keluarga tersebut. Menurut sang nenek, makanan ini cocok untuk berbuka karena dapat menghangatkan perut ketika disantap.

Bahan utama Bongko Palinggam adalah tepung beras. Untuk menghasilkan warna hijau sekaligus aroma yang menggugah selera, pembuatnya mencampurkan tepung beras dengan air perasan daun pandan.

Campuran tersebut kemudian dimasak selama kurang lebih setengah jam hingga teksturnya mengental. Setelah matang, adonan tepung beras siap diolah ke tahap berikutnya sebelum dibungkus menggunakan daun pisang.

Penggunaan daun pandan memberikan warna hijau pada adonan, sedangkan perpaduan santan dan gula merah melengkapi cita rasa jajanan tradisional ini. Kombinasi bahan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembuatan Bongko Palinggam.

Cara Membuat Bongko Palinggam dengan Daun Pisang

Proses pembuatan Bongko Palinggam berlanjut setelah adonan tepung beras dan pandan mencapai kekentalan yang diinginkan. Pembuatnya menyiapkan daun pisang sebagai pembungkus, kemudian menambahkan gula merah pada bagian paling bawah di atas daun tersebut.

Setelah itu, adonan tepung beras diletakkan di atas gula merah. Tahap berikutnya adalah menyiramkan santan sebelum seluruh bahan dibungkus menggunakan daun pisang untuk menjalani proses pengukusan.

Teknik penyusunan bahan tersebut menghasilkan perpaduan tepung beras, gula merah, dan santan dalam satu bungkus. Setelah semua bahan tersusun, bungkusan kemudian dikukus hingga matang.

"Waktu yang dibutuhkan untuk mengukus hingga matang lebih kurang sekitar 15 menit. Kalau waktu keseluruhan memasak Bongko Palinggam sendiri lebih kurang satu jam.

Secara keseluruhan, proses memasak Bongko Palinggam membutuhkan waktu sekitar satu jam, sedangkan tahap pengukusan memerlukan kurang lebih 15 menit.

Dengan proses pembuatan yang mempertahankan penggunaan bahan sederhana dan pembungkus daun pisang, Bongko Palinggam terus hadir sebagai jajanan tradisional khas Padang. Tradisi keluarga yang diwariskan selama tiga generasi membuat makanan ini tetap dikenal dan dicari masyarakat, terutama ketika Ramadan tiba.

Sumber: