Gerak Cepat, Wabup Risnaldi Tinjau Jalan Terban yang Mengisolasi Kawasan Sako
Wabup Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim tinjau jalan terban di Nagari Sungai Gambir Sako, Tapan. Alat berat dikerahkan tangani 7 titik longsor.-Dok. Istimewa-
SUMBAR.DISWAY.ID -- Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, bergerak cepat meninjau langsung lokasi jalan terban akibat bencana di Nagari Sungai Gambir Sako, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Minggu (11/10/2026).
Kerusakan tersebut menyebabkan ruas jalan Tapan–Sungai Penuh belum bisa dilalui dan mengakibatkan kawasan Sako terisolasi.
Dalam peninjauan bersama Ketua DPRD Darmansyah, Dandim 0311/Pesisir Selatan Letkol Inf. Yudi Eka Pratama, pada kepala OPD , Camat, Kapolsek Tapan, unit Forkopimca, dan wali nagari, Risnaldi melihat langsung kondisi jalan yang terban serta proses penanganan di lapangan.
BACA JUGA:Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan, 5.000 Peserta Ikuti Jalan Sehat ILUNI SMPN 2 Padang Panjang
Terputusnya akses jalan selama dua hari terakhir membuat sejumlah pengendara sepeda motor maupun mobil tidak dapat melanjutkan perjalanan melewati jalur tersebut.
Di lokasi, satu unit alat berat telah bekerja untuk membuka kembali akses jalan yang terputus. Namun, penanganan bencana masih menghadapi tantangan karena terdapat tujuh titik longsor lainnya yang juga membutuhkan penanganan.
Risnaldi mengatakan, titik jalan yang sedang dikerjakan menjadi prioritas karena akses di lokasi tersebut harus terlebih dahulu dibuka sebelum penanganan dapat dilanjutkan ke titik-titik lainnya.
“Masih ada tujuh titik longsor lagi yang harus diselesaikan. Namun, kita harus melewati titik yang satu ini terlebih dahulu sebelum bisa menangani titik lainnya,” kata Risnaldi saat meninjau lokasi bencana.
BACA JUGA:Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Ketua PMI Padang Panjang Bekali Anggota KSB dengan BHD
Menurutnya, pembukaan akses jalan menjadi hal penting agar proses penanganan di titik lainnya dapat dilakukan. Selama jalur utama belum bisa dilewati, pekerjaan pada sejumlah titik kerusakan berikutnya juga belum dapat dilaksanakan secara maksimal.
Akibat kondisi tersebut, mobilitas masyarakat di kawasan Sako terganggu. Sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil tidak bisa melintasi ruas Tapan–Sungai Penuh, yang menjadi akses penghubung masyarakat di kawasan tersebut.
Selain jalan terban, bencana juga berdampak terhadap jaringan listrik. Aliran listrik di kawasan itu dilaporkan terputus sehingga warga mengalami pemadaman selama dua hari.
“Sudah terhitung dua hari jalan ini tidak bisa dilewati. Listrik juga tidak menyala karena alirannya terputus,” ujarnya.
BACA JUGA:Dukung Generasi Qur’ani, Irman Gusman Luncurkan Program Titah Wali Kota di Padang Panjang
Sumber: