Pemko Padang Perkuat Sinergi Penanganan Anak Tidak Sekolah, Target Zero ATS pada 2029
Wawako Padang Maigus Nasir buka Rakor Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Pemko Padang targetkan Zero ATS pada 2029 lewat sinergi nagari.-Dok. Istimewa-
SUMBAR.DISWAY.ID -- Pemerintah Kota Padang memperkuat upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui sinergi pemerintah kelurahan, ninik mamak, bundo kanduang, dan masyarakat untuk mencapai target zero ATS pada 2029.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergi Nagari Penanganan ATS yang diikuti lurah, ninik mamak, dan bundo kanduang se-Kota Padang di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Senin (12/10/2026).
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka rakor menegaskan bahwa penanganan ATS membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah hingga lingkungan keluarga.
BACA JUGA:Sekolah Lapang Cuaca Digelar di Pariaman, 35 Nelayan Dibekali Ilmu Keselamatan
Menurutnya, upaya mengembalikan anak-anak yang tidak bersekolah ke jalur pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan tokoh adat dan masyarakat diperlukan untuk menjangkau anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan.
Pemerintah kelurahan memiliki peran dalam mengidentifikasi dan menindaklanjuti persoalan anak tidak sekolah di wilayah masing-masing. Sinergi dengan ninik mamak, bundo kanduang, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pendataan sekaligus mendorong anak-anak kembali mengenyam pendidikan.
Pelibatan unsur adat dan masyarakat juga menjadi bagian dari pendekatan berbasis lingkungan untuk meningkatkan kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan anak.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemko Padang mendorong kesamaan langkah antarpihak dalam menangani ATS agar upaya yang dilakukan lebih terarah dan menjangkau anak-anak yang membutuhkan pendampingan.
BACA JUGA:Tim Futsal Limapuluh Kota Raih Medali Emas Porprov Sumbar 2026
Penguatan kolaborasi ini diharapkan mendukung pencapaian target zero ATS pada 2029 sekaligus memperluas kesempatan anak-anak di Kota Padang untuk memperoleh pendidikan.
Sumber: