Wabup Risnaldi Tinjau Sako Tapan, 10 Rumah Rusak Berat hingga Hilang Tertimbun
Wakil Bupati Pessel Risnaldi Ibrahim tinjau lokasi bencana di Sako Tapan. Sebanyak 10 rumah warga rusak berat hingga hilang tertimbun material.-Dok. Istimewa-
SUMBAR.DISWAY.ID -- Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, meninjau langsung kondisi wilayah terdampak bencana alam di Nagari Sungai Gambir Sako, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rabu (14/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Risnaldi melaporkan sebanyak 10 rumah warga mengalami kerusakan berat hingga hilang total tertimbun material bencana. Dari jumlah tersebut, empat rumah dilaporkan hilang total, sedangkan enam rumah lainnya mengalami kerusakan berat.
Selain rumah warga, terdapat satu bangunan taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang juga membutuhkan penanganan. Dengan demikian, terdapat 11 bangunan yang menjadi perhatian dalam penanganan dampak bencana di lokasi tersebut.
BACA JUGA:Bunda Literasi Padang Panjang Dorong Ibu Lansia Produktif, Ubah Kreativitas Jadi Peluang Usaha
Turut hadir dalam peninjauan itu Ketua DPRD Pesisir Selatan Darmansyah, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Pesisir Selatan Oktarina Risnaldi, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Kapolsek Basaba Tapan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), serta instansi terkait kebencanaan.
“Rumah warga masyarakat yang hilang total ada empat, dan yang rusak berat seperti di belakang ada enam. Berarti jumlahnya 10 rumah,” kata Risnaldi saat melaporkan kondisi di lapangan.
Ia menjelaskan, warga yang terdampak bencana telah dievakuasi dan saat ini berada di rumah keluarga masing-masing.
Pemerintah daerah terus melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak, termasuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
BACA JUGA:Rehabilitasi Hutan dan Lahan, 1.000 Bibit Pohon Ditanam di Solok Selatan
Menurut Risnaldi, keterbatasan akses menjadi salah satu kendala dalam penanganan bencana di Kawasan Sako. Selama tiga hari terakhir, tim belum dapat menjangkau wilayah tersebut sehingga belum seluruh titik terdampak dapat diketahui secara pasti.
“Karena akses kita, tiga hari ini tidak sampai bisa melewati Kawasan Sako, sehingga kita tidak mendapatkan titik lokasi yang pasti,” ujarnya.
Terkait kondisi kelistrikan, Risnaldi berharap pasokan listrik di wilayah terdampak dapat kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan. Namun, saat peninjauan dilakukan, listrik masih belum menyala.
Sementara itu, akses untuk mobilisasi bantuan dan penanganan bencana mulai terbuka. Meski demikian, kendaraan berukuran besar masih belum dapat melintas secara optimal karena kondisi akses yang belum sepenuhnya pulih.
BACA JUGA:Apple Resmi Meluncurkan HomeView, Layar Pintar Berbasis Chip A18 dan Siri AI
Sumber: