Tinjau Daerah Terdampak Bencana Alam, Wabup Risnaldi Turun Langsung hingga Perbatasan Sumbar-Jambi
Pemkab Pessel siapkan bantuan beras untuk 1.372 KK terdampak bencana Tapan. Wabup Risnaldi minta bantuan segera dibagikan dari posko.-Dok. Istimewa-
SUMBAR.DISWAY.ID -- Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, bersama tim terpadu penanganan bencana meninjau sejumlah daerah terdampak banjir dan tanah longsor di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan hingga kawasan perbatasan Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Jambi, Rabu (14/10/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi wilayah terdampak sekaligus melakukan koordinasi dengan jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dan instansi terkait guna mempercepat penanganan bencana, membuka akses yang terdampak, serta memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Pesisir Selatan Darmansyah, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Pesisir Selatan Oktarina Risnaldi, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Pimpinan Cabang Bank Nagari Tapan Melki Milton, Camat Ranah Ampek Hulu Tapan dan Basa Ampek Balai Tapan, Kapolsek Basaba Tapan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), wali nagari, serta instansi terkait kebencanaan.
BACA JUGA:Wabup Risnaldi Tinjau Sako Tapan, 10 Rumah Rusak Berat hingga Hilang Tertimbun
Dalam peninjauan itu, Risnaldi bersama tim terpadu memantau kondisi permukiman warga, fasilitas pendidikan, aliran sungai, serta sejumlah titik longsor.
Pemantauan dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi terkini sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lapangan.
Risnaldi mengatakan, kehadiran pemerintah daerah bersama tim terpadu bertujuan memastikan kondisi masyarakat dan dampak bencana dapat diketahui secara langsung.
Selain itu, peninjauan menjadi bagian dari koordinasi untuk menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di setiap wilayah.
BACA JUGA:Bunda Literasi Padang Panjang Dorong Ibu Lansia Produktif, Ubah Kreativitas Jadi Peluang Usaha
“Kita turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat dan dampak bencana, sekaligus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Kita ingin memastikan penanganan berjalan dengan baik dan kebutuhan masyarakat yang terdampak bisa segera dipenuhi,” ujar Risnaldi.
Ia menjelaskan, akses jalan menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam penanganan bencana.
Sebelumnya, akses menuju Nagari Sako tidak dapat dilalui selama beberapa hari sehingga petugas mengalami kendala untuk menjangkau sejumlah titik terdampak dan memastikan kondisi kerusakan secara menyeluruh.
Saat peninjauan berlangsung, akses menuju kawasan tersebut mulai terbuka untuk mobilisasi. Namun, kendaraan berukuran besar masih menghadapi keterbatasan untuk melintas.
BACA JUGA:Rehabilitasi Hutan dan Lahan, 1.000 Bibit Pohon Ditanam di Solok Selatan
Sumber: