Pemprov Sumbar Perkuat Pencegahan Kanker Serviks lewat Vaksinasi HPV
--
SUMBAR.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumbar memperkuat perlindungan kesehatan perempuan melalui edukasi, pemeriksaan dini, dan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker serviks. Upaya ini menjadi perhatian karena data Dinas Kesehatan Sumbar pada 2025 mencatat 129 perempuan terdeteksi positif HPV DNA dari 8.779 perempuan berusia 30–69 tahun yang menjalani pemeriksaan.
Sekretaris Daerah Sumatera Barat Arry Yuswandi menyampaikan pentingnya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap kesehatan reproduksi. Ia mendorong masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan dini dan vaksinasi HPV sebagai bagian dari langkah pencegahan kanker serviks.
“Kesadaran terhadap kesehatan reproduksi perlu ditingkatkan agar perempuan memanfaatkan layanan pemeriksaan dini dan vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks,” kata Sekretaris Daerah Sumatera Barat Arry Yuswandi di Padang, Jumat.
Arry menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kanker Serviks dan Kick Off Vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumbar.
Menurutnya, edukasi kesehatan, deteksi dini, dan vaksinasi HPV merupakan langkah penting untuk mencegah kanker serviks sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kesadaran menjaga kesehatan perlu tumbuh sejak dini dan dimulai dari diri sendiri serta lingkungan keluarga.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati. Karena itu, kesadaran untuk menjaga kesehatan harus dibangun sejak dini, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga,” ujarnya.
Data HPV DNA Jadi Pengingat Pentingnya Deteksi Dini
Data Dinas Kesehatan Sumatera Barat pada 2025 menunjukkan bahwa 129 perempuan terdeteksi positif HPV DNA dari total 8.779 perempuan berusia 30–69 tahun yang menjalani pemeriksaan. Data tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya memperluas edukasi kesehatan dan akses pemeriksaan bagi masyarakat.
Arry mengatakan temuan tersebut menunjukkan perlunya memperkuat upaya pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi HPV. Selain itu, masyarakat perlu memahami manfaat deteksi dini agar dapat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Ia juga menjelaskan bahwa program imunisasi HPV nasional menyasar anak perempuan kelas lima sekolah dasar atau sekitar usia 11 tahun. Pelaksanaan program tersebut membutuhkan dukungan orang tua, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar vaksinasi berjalan sesuai jadwal serta rekomendasi kesehatan.
“Keberhasilan program ini bergantung pada keterlibatan semua pihak, terutama dalam memberikan pemahaman kepada anak dan keluarga serta memastikan layanan kesehatan dapat diakses secara optimal,” kata dia.
Keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman keluarga mengenai vaksinasi HPV. Dukungan tersebut juga diperlukan untuk membantu memastikan anak-anak sasaran memperoleh informasi yang tepat dan dapat mengakses layanan imunisasi.
DWP Sumbar Dukung Edukasi dan Vaksinasi HPV
Ketua DWP Sumbar Arymbi Pujastuty Arry Yuswandi menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi dan peluncuran vaksinasi HPV tersebut merupakan tindak lanjut Surat Dharma Wanita Persatuan Pusat Nomor 118/SETJEN/DWPP/IX/2026 tentang Pelaksanaan Kick Off Vaksinasi HPV.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut mencerminkan komitmen DWP dalam mendukung peningkatan kesehatan perempuan dan keluarga melalui upaya promotif dan preventif. Upaya promotif berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran kesehatan, sedangkan upaya preventif menekankan langkah pencegahan sebelum penyakit berkembang.
Menurut Arymbi, edukasi mengenai faktor risiko, pencegahan, dan deteksi dini perlu terus diperluas. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya melindungi diri dari kanker serviks.
Sumber: