Pemkab Pasaman Barat Perkuat Akses Pasar 89 UMKM Terdampak Bencana

Pemkab Pasaman Barat Perkuat Akses Pasar 89 UMKM Terdampak Bencana

--

SUMBAR.DISWAY.ID - Sebanyak 89 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mendapat pendampingan untuk memulihkan usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar setelah terdampak bencana. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menggelar workshop perluasan dan peningkatan akses pasar bagi para pelaku usaha tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPKUKM) Pasaman Barat Agusli mengatakan, bencana alam yang melanda Pasaman Barat dan sejumlah kabupaten lain di Sumatera Barat telah mengganggu aktivitas usaha masyarakat. Kerusakan sarana dan prasarana usaha serta penurunan omzet menjadi tantangan yang harus diatasi agar para pelaku UMKM bisa kembali menjalankan bisnisnya.

“Bencana alam menyebabkan sarana dan prasarana usaha rusak. Tidak sedikit pelaku UKM yang mengalami penurunan omzet secara drastis akibat bencana,” ujarnya.

Agusli mendorong pelaku UMKM agar tetap bersemangat memulihkan usaha dan memanfaatkan berbagai peluang untuk mengembangkan bisnis. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu langkah penting untuk membantu para pelaku usaha melewati masa pemulihan.

“Atas nama Pemkab Pasaman Barat, kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian UMKM RI atas kolaborasi dalam pembinaan dan penguatan kapasitas pelaku usaha di Pasaman Barat. Kami berharap kegiatan ini membantu UMKM bangkit dan mengembangkan usahanya kembali,” tambahnya.

Pelaku UMKM Dibekali Strategi Bisnis dan Pemasaran Digital

Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari Kementerian UMKM, Sepris Yonaldi, mengingatkan peserta agar memahami karakteristik pasar dan menentukan target konsumen secara tepat. Pelaku usaha juga perlu menghitung biaya produksi secara terperinci supaya dapat mengetahui potensi keuntungan serta menyusun strategi bisnis yang berkelanjutan.

Selain memperkuat perencanaan usaha, workshop ini memberikan pelatihan praktis tentang pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), termasuk ChatGPT, untuk membantu membuat iklan produk. Keterampilan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaku UMKM dalam menyusun materi promosi yang menarik.

Peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai pemasaran melalui platform digital, seperti Facebook, Instagram, dan TikTok. Pemanfaatan berbagai platform tersebut dapat membantu pelaku usaha meningkatkan daya tarik produk sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.

Diskusi interaktif turut mewarnai kegiatan. Para peserta aktif berbagi pengalaman serta menyampaikan kendala dan tantangan yang mereka hadapi selama menjalankan usaha.

Para narasumber kemudian membahas berbagai persoalan tersebut bersama peserta untuk memberikan masukan dan alternatif solusi. Dengan begitu, pelaku UMKM dapat mempertimbangkan langkah yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi usaha masing-masing.

Pemerintah Berkomitmen Dampingi UMKM Pascabencana

Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM RI, Ginda P. Siregar, juga menyampaikan komitmen pemerintah pusat untuk mendampingi pelaku usaha kecil dan menengah. Pendampingan tersebut bertujuan membantu mereka bangkit, mengembangkan bisnis, dan meningkatkan kapasitas usaha setelah terdampak bencana.

Menurut Ginda, workshop ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam memperkuat keterampilan dan kemampuan berusaha para pelaku UMKM. Bekal tersebut diharapkan membantu mereka kembali menjalankan kegiatan usaha secara produktif.

Melalui penguatan kapasitas bisnis dan pemasaran, kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendukung pemulihan UMKM di Pasaman Barat. Pelaku usaha juga mendapatkan pengetahuan praktis yang dapat mereka manfaatkan untuk memperbaiki strategi pemasaran dan mengembangkan bisnis setelah bencana.

Sumber: