Gandeng Regulator dan Pelaku Global, Tokocrypto Komitmen Dorong Industri Kripto Aman
Gandeng Regulator dan Pelaku Global, Tokocrypto Komitmen Dorong Industri Kripto Aman--
SUMBAR,DISWAY.ID - Tokocrypto menegaskan komitmennya dalam memperkuat industri aset kripto dan teknologi keuangan di tanah air melalui gelaran Tokocrypto Digital Summit 2026. Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Bali Tech Week 2026 ini berlangsung di Bali Beach Convention Center, Senin (19/10).
Forum tingkat tinggi tersebut berhasil menyedot perhatian sekitar 600 peserta yang terdiri dari jajaran regulator, pelaku industri global, hingga para pemangku kepentingan ekosistem blockchain.
Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid bersama Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo membuka langsung gelaran ini dalam sesi fireside chat. Kehadiran kedua menteri tersebut menjadi sinyal kuat atas dukungan pemerintah terhadap penguatan ekosistem digital kawasan, khususnya dalam isu kepercayaan digital, tata kelola kecerdasan buatan (AI), dan kolaborasi digital di tingkat ASEAN.
Seiring melesatnya tren teknologi finansial di kawasan, Tokocrypto kini mengantongi lebih dari 5 juta pengguna terdaftar. Pada semester I 2026, volume transaksi layanan over-the-counter (OTC) Tokocrypto melonjak hingga lebih dari 60 kali lipat dibanding semester II 2025. Selain itu, program rujukan (referral) ritel tumbuh fantastis melampaui 700 persen, sementara basis pengguna aktif melambung lebih dari 75 persen.
Kualitas partisipasi pengguna juga mencatatkan angka positif. Sepanjang Januari hingga September 2026, jumlah pengguna baru yang melakukan deposit pertama naik 50 persen dibanding periode sama pada 2025, serta tumbuh 20 persen dari kuartal II ke kuartal III 2026. Menariknya, sekitar 90 persen dari pengguna baru tersebut konsisten melanjutkan transaksi di platform.
Manajemen menilai capaian ini membuktikan bahwa strategi perusahaan tidak sekadar mengejar akuisisi pelanggan, tetapi juga fokus pada aspek edukasi, membangun kepercayaan, dan menjamin keamanan sistem.
Dari sisi variasi produk, Tokocrypto per Oktober 2026 telah menyediakan 78 saham ter-tokenisasi di platformnya. Realisasi ini berhasil melampaui target awal perusahaan yang mematok angka 75 saham hingga akhir 2026.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana menegaskan peran strategis perusahaan sebagai salah satu pionir aset kripto di Indonesia. Menurutnya, pertumbuhan jumlah pengguna membawa tanggung jawab baru yang lebih besar bagi perusahaan.
"Kami berkomitmen mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan dengan memperkuat perlindungan konsumen, memperluas literasi keuangan, serta bekerja sama dengan regulator dan pemangku kepentingan industri untuk membangun ekosistem aset digital yang lebih aman, transparan, dan terpercaya," ujar Calvin.
Di sisi regulasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya kehadiran aturan yang adaptif namun tetap tegas. Deputi Direktur Pengembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Satrio Nugroho menyatakan bahwa kerangka regulasi yang kokoh sangat vital untuk mendukung inovasi yang bertanggung jawab sekaligus melindung investor.
"Kami meyakini pertumbuhan industri yang berkelanjutan harus dibangun di atas kepercayaan, akuntabilitas, dan pemahaman yang jelas tentang peluang sekaligus risiko aset kripto," kata Satrio.
Langkah pengawasan OJK tersebut turut memetik apresiasi dari pemain global. Global Policy Lead dan Director of Regulatory Policy Binance Steven McWhirter menilai langkah OJK mengintegrasikan aset digital ke dalam ekosistem jasa keuangan nasional telah meletakkan fondasi manajemen risiko, standar tata kelola, dan anti-pencucian uang yang amat kuat.
Data OJK per Agustus 2026 mencatat jumlah akun konsumen aset keuangan digital di Indonesia sudah menyentuh angka 23,21 juta. Steven menilai indikator keberhasilan pasar saat ini perlu bergeser dari sekadar pertumbuhan angka menuju kualitas pasar yang didukung kepastian hukum dan pengawasan efektif.
Sumber: