Gempuran 40 Ribu Serangan Siber: Pemprov Sumbar Siapkan Benteng Digital dan Relokasi Data Center

Gempuran 40 Ribu Serangan Siber: Pemprov Sumbar Siapkan Benteng Digital dan Relokasi Data Center

Hadapi 40 Ribu Serangan Siber dan Risiko Bencana, Pemprov Sumbar Perkuat Keamanan Informasi--

SUMBAR,DISWAY.ID — Ruang digital Sumatera Barat diserbu lebih dari 40.000 serangan siber sepanjang semester pertama 2026. Menanggapi kondisi darurat digital ini, Pemprov Sumbar bertindak cepat dengan memperketat keamanan infrastruktur informasi daerah.

"Kita sedang menghadapi perang siber yang bisa melumpuhkan layanan publik jika tidak diantisipasi," ujar Kepala Dinas Kominfotik Sumbar, Rudy Rinaldy, dalam Rakor Keamanan Sistem Informasi di Bukittinggi, Selasa (20/10/2026).

Berikut adalah sejumlah langkah strategis yang disiapkan Pemprov Sumbar:

Adopsi Teknologi Korea Selatan: Bekerja sama dengan Askompsi dan PT LSWare Teknologi Indonesia, Sumbar menerapkan teknologi OmniGuard dan SecuMS yang teruji menangani serangan siber intensif.

Perlindungan Data Menyeluruh: Proteksi data tidak hanya dibebankan pada Dinas Kominfo, tetapi juga diperluas ke rumah sakit daerah dan lembaga keuangan seperti Bank Nagari.

Relokasi Data Center dari Zona Merah: Karena lokasi saat ini rawan tsunami, pusat data pemerintahan akan dipindahkan ke zona hijau di daerah Cengkeh, Kota Padang.

Perencanaan Jangka Panjang: Full design relokasi ditargetkan rampung pada 2027, dengan konstruksi bertahap sepanjang 2027–2028.

Tak hanya untuk tingkat provinsi, Rudy mengimbau daerah seperti Agam, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan untuk memperhitungkan mitigasi bencana alam dalam pembangunan sistem digital masing-masing. Langkah ini diambil agar layanan publik tetap berjalan tanpa hambatan meski di tengah krisis.

Sumber: