Jakarta Fashion Week 2027 Bidik Panggung Global
--
SUMBAR.DISWAY.ID - Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 menargetkan posisi Jakarta sebagai salah satu pusat mode global melalui tema “City of New Lights”. Ajang mode ini tidak hanya ingin mengembangkan potensi industri fesyen Indonesia, tetapi juga memperluas hubungan dengan kawasan Asia Tenggara, Asia, Australia, hingga dunia.
CEO GCMedia Group sekaligus Chairman Jakarta Fashion Week, Svida Alisjahbana, mengatakan JFW telah membawa keyakinan tersebut sejak pertama kali hadir 18 tahun lalu. Menurutnya, Jakarta memiliki tempat dalam percakapan mode dunia dan JFW terus membawa visi itu ke cakrawala yang lebih luas.
“Melalui ‘City of New Lights’ kami menegaskan ambisi untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat mode global, yang tidak hanya menumbuhkan potensi Indonesia, tetapi juga menggerakkan kawasan. Kami ingin Jakarta Fashion Week menjadi rumah bagi Asia Tenggara, sekaligus jembatan yang mempertemukan Asia dan Australia dengan dunia,” kata Svida dalam pembukaan JFW 2027 di Jakarta, Senin.
Svida menjelaskan, ambisi menjadikan Jakarta sebagai pusat mode global membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Kolaborasi, pertukaran pengetahuan, serta keberanian membuka ruang bagi perspektif baru menjadi bagian penting untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Karena itu, JFW 2027 memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Indonesian Heritage Agency. Bersama kedua pihak tersebut, JFW menghadirkan “Waves of Weaves”, sebuah perayaan yang mengangkat wastra Nusantara, tekstil Asia Tenggara, serta kebaya yang telah diakui sebagai warisan budaya takbenda UNESCO.
Waves of Weaves Angkat Wastra Nusantara ke Ruang Internasional
Melalui partisipasi sejumlah negara, “Waves of Weave” menjadi ruang pertemuan budaya yang menunjukkan kekayaan tradisi tekstil sebagai sumber inspirasi sekaligus penghubung antarbangsa. Kegiatan ini berlangsung pada 26 Oktober 2026 hingga 8 Januari 2027 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Perayaan tersebut menjadi bagian dari upaya JFW untuk memperkenalkan kekayaan budaya melalui fesyen sekaligus memperluas pertukaran antarkawasan. Wastra Nusantara, tekstil Asia Tenggara, dan kebaya menjadi elemen yang menghubungkan warisan budaya dengan perkembangan industri mode.
Selain mengangkat budaya, JFW juga memperkuat hubungan regional melalui sejumlah kolaborasi internasional. JFW bekerja sama dengan DORS Singapura, merayakan 10 tahun kemitraan dengan KOCCA dari Korea Selatan, serta melanjutkan kerja sama dengan Kedutaan Besar Australia yang kini diperluas melalui RMIT.
Rangkaian kerja sama itu sejalan dengan visi JFW untuk menjadi rumah bagi Asia Tenggara sekaligus jembatan yang menghubungkan Asia dan Australia dengan dunia. Melalui kolaborasi tersebut, JFW berupaya membuka ruang pertukaran pengetahuan dan memperluas keterlibatan pelaku mode dari berbagai negara.
JFW 2027 Siapkan Talenta Baru untuk Industri Mode
Svida menegaskan bahwa masa depan industri mode tidak hanya bergantung pada para pelaku yang tampil saat ini. Menurutnya, pendidikan dan regenerasi juga memegang peranan penting dalam menyiapkan generasi berikutnya.
“Namun, masa depan industri tidak hanya ditentukan oleh siapa yang tampil hari ini, melainkan juga oleh siapa yang kita persiapkan untuk esok. Karena itu, pendidikan dan regenerasi menjadi bagian penting dalam DNA dari Jakarta Fashion Week,” tutur Svida.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, JFW membuka ruang pembelajaran sekaligus kompetisi bagi generasi baru. Program yang dihadirkan antara lain Lomba Perancang Mode, Lomba Perancang Aksesori, serta Fashion Force Awards.
Sumber: