Upaya Cetak Entrepreneur Muda, Pemkab Agam Buka 4 Program Pelatihan Kerja

Upaya Cetak Entrepreneur Muda, Pemkab Agam Buka 4 Program Pelatihan Kerja

--

SUMBAR.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyiapkan masyarakat agar memiliki keterampilan kerja sekaligus mampu merintis usaha sendiri melalui empat paket pelatihan berbasis kompetensi. Program ini menyasar 64 peserta dengan bidang keahlian yang beragam, mulai dari pemasaran digital hingga peracikan minuman kopi, sebagai salah satu upaya menekan pengangguran dan membuka peluang usaha baru.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan (Disperindag-Naker) Agam, Hamdi, mengatakan pelatihan tersebut berlangsung selama delapan hari di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Agam. Ia menyampaikan keterangan itu di Lubuk Basung, Kamis.

Empat subkejuruan yang menjadi materi pelatihan meliputi digital marketing, tata rias pengantin dan hantaran, teknisi telepon seluler perangkat keras, serta peracikan minuman kopi dasar. Masing-masing bidang diikuti 16 peserta sehingga total peserta mencapai 64 orang.

Melalui program ini, Pemkab Agam berharap peserta memperoleh keterampilan yang dapat mereka manfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Pelatihan juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan peluang ekonomi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

Empat Pelatihan Kerja Agam Sasar Pemasaran Digital hingga Usaha Kopi

Pada bidang digital marketing, peserta diarahkan agar mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka tidak hanya dapat memasarkan produk sendiri, tetapi juga membantu mempromosikan produk milik pelaku UMKM lainnya melalui media sosial.

Hamdi menjelaskan bahwa peserta perlu menguasai pengelolaan media sosial, pembuatan konten promosi, teknik pemasaran melalui platform digital, serta pemanfaatan marketplace untuk meningkatkan penjualan produk dan jasa.

“Peserta mampu menguasai pengelolaan media sosial, pembuatan konten promosi, teknik pemasaran melalui platform digital, serta pemanfaatan market place untuk meningkatkan penjualan produk dan jasa,” katanya.

Sementara itu, pelatihan tata rias pengantin dan hantaran bertujuan membekali peserta dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha jasa kecantikan. Bidang ini menawarkan beragam peluang, mulai dari jasa rias wisuda hingga pesta pernikahan, berbagai kegiatan, dan pawai.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha dan memiliki keahlian dalam merias wajah sehingga dapat membuka peluang karier sebagai make-up artist maupun usaha salon,” katanya.

Pada subkejuruan teknisi telepon seluler perangkat keras, peserta mempelajari komponen perangkat keras, penggunaan peralatan servis, pemeriksaan kerusakan, hingga teknik memperbaiki telepon seluler.

Selain kemampuan teknis, peserta juga perlu memperhatikan ketelitian, keselamatan perangkat, kualitas hasil perbaikan, dan kepuasan pelanggan ketika menjalankan profesi tersebut.

“Peluang kerjanya cukup tinggi, baik di tempat servis telpon genggam, toko elektronik maupun usaha yang bergerak di bidang teknologi komunikasi. Peserta juga memiliki peluang untuk membuka usaha servis telpon genggam secara mandiri,” katanya.

Adapun pelatihan peracikan minuman kopi dasar menargetkan peserta agar menguasai keterampilan meracik dan menyajikan minuman berbasis kopi sesuai standar industri. Meski hanya berlangsung selama delapan hari, pelatihan ini diharapkan memberikan bekal yang dapat digunakan peserta untuk bekerja di kafe, restoran, maupun usaha kuliner lainnya.

“Peserta mampu meracik dan menyajikan minuman berbasis kopi secara profesional, termasuk memiliki kemampuan berkomunikasi dengan pelanggan serta memberikan pelayanan yang ramah dan memuaskan,” katanya.

Pemkab Agam Targetkan 1.000 Entrepreneur Muda, Pengangguran Capai 14.384 Orang

Sumber: